Preman Berpedang Bikin Onar Acara Pencegahan Korupsi, Dihadiri Ketua KPK

Senin, 05 September 2016 – 08:44 WIB
Preman kampung dibekuk. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - CIREBON – HG (30), preman kampung dari Cirebon bertindak nekat.  Dengan pedang yang ditentengnya, dia membacok dua orang yang saat itu sedang bertugas mengatur lalu lintas di acara sosialisasi program pencegahan korupsi berbasis keluarga melalui seni dan budaya.

Acara yang digelar Sabtu (3/9) malam di Desa Mertasinga itu dihadiri ketua KPK, Agus Raharjo.

BACA JUGA: Wow! Pejabat Dilarang Merokok

Sujaka (36) salah satu korban yang juga Kadus Desa Mertasinga Kecamatan Gunung Jati mengalami luka bacok dibagian jari.

Sementara satu lainnya, Deni (35)anggota Satpol PP kecamatan Gunung Jati hanya mengalami lecet di bagian punggung karena saat kejadian mengenakan jaket tebal.

BACA JUGA: Lapas Heboh, Napi Tumbang Setelah Didatangi Oknum Polisi

Sujaka yang ditemui Radar Cirebon (Jawa Pos Group) di rumahnya Minggu (4/9) mengatakan, pelaku pembacokan tersebut adalah HG (30)yang diduga merupakan warga Desa Purwawinangun Kecamatan Kapetakan.

Dikatakan, pelaku memang terkenal suka bikin onar dan tukang mabok. Bahkan pada acara yang juga dihadiri ketua BKKBN Surya Chandra Surapati dan Bupati Cirebon Drs H Sunjaya Purwadi MM di lapangan bola Kertasari Desa Mertasinga Kecamatan Gunung Jati itu, pelaku datang untuk meminta jatah preman kepadanya. 

BACA JUGA: Sssst...Adik Atut Diam-Diam Serahkan Bukti Korupsi Rano ke KPK

“Pertama datang empat orang , dia dalam kondisi mabuk, minta jatah untuk beli miras,” ujar Sujaka.

Namun saat itu ia menjelaskan, jika dirinya hanya petugas pengamanan jalur yang tidak punya kewenangan apapun. 

Jangankan untuk memberikan uang untuk membelikan miras, untuk konsumsi saat itu saja ia harus mengeluarkan kocek pribadi. “Saya beli es saja pakai uang sendiri, boro-boro mau kasih uang,” imbuhnya.

Disaat tensi obrolan sudah memanas, tiba-tiba datang perangkat desa yang lain. Situasi memanas. Perangkat desa dan pelaku terlibat saling dorong hingga pelaku terjatuh.

Saat itu keributan tidak sampai membesar, sejumlah tokoh masyarakat dan warga sekitar pun mencoba memisahkan. Pelaku sendiri pun kemudian pulang. 

“Saat kejadian itu sekitar pukul setengah sembilan malam, dia pulang, saya pikir masalahnya sudah selesai,” paparnya.

Satu jam kemudian, rupanya pelaku datang lagi. Kali ini datang berdua dengan mengendarai sepeda motor.

Korban saat itu tak curiga, mengira pelaku hanya akan melintas saja. Ia pun saat itu tengah duduk di kursi bersama dengan anggota Satpol PP Kecamatan.

Tanpa basa-basi, HG yang saat itu duduk di boncengan, sambil melintas dengan sepeda motor langsung membacok anggota Satpol PP pada bagian punggung dan membacok dirinya.

“Yang pertama dibacok anggota Pol PP, tapi tidak luka, hanya lecet saja kena punggung karena pakai jaket tebal. Setelah dia baru saya, kena baian pelipis dan berhenti di jari tangan. Dip elipis hanya memar dan lecet tidak sampai ada luka sobek, Cuma di tangan ada tiga jahitan,” tambahnya.

Setelah itu, pelaku kemudian melarikan diri. Karena panik, pedang yang dibawa oleh pelaku terjatuh dan berhasil diamankan polisi. Korban pun kemudian melapor ke Polsek Gunung Jati. (dri/sam/jpnn) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kebiasaan Suami Ngempeng Dot yang Membawa Petaka


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler