Presiden akan Disambut sebagai Raja di Pesta Adat Putrinya

Jumat, 24 November 2017 – 11:51 WIB
Presiden Joko Widodo dan Kahiyang Ayu. Foto: Instagram

jpnn.com, MEDAN - Kedatangan Presiden RI, Joko Widodo ke acara adat pernikahan Bobby Afif Nasution-Kahiyang Ayu pada Sabtu (25/11) pagi, bukan sebagai Mora.

Orang Nomor 1 di Indonesia itu datang sebagai Raja. Hal itu dikatakan Raja Panusunan, H Pandapotan Nasution, Kamis (23/11) sore, di Media Center Bobby-Kahiyang di Komplek OCBC, Jalan Ring Road, Medan.

BACA JUGA: Jokowi: Indonesia Dianggap Negara Sejuk karena NU

"Pak Jokowi datang ke Horja, bukan sebagai Mora, tapi sebagai Raja. Kalau Mora, sudah datang kemarin dengan membawa Indahan Tomporobu karena sebenarnya Mora itu berpantang datang kepada Horja, " ujar Pandapotan.

Karena datang sebagai Raja, dikatakan Pandapotan, Presiden disambut dengan upacara kebesaran. Begitu turun, disebut Pandapotan, Presiden disambut gordang sambilan.

BACA JUGA: Begini Kondisi Terkini Polisi yang Ditikam Bandar Narkoba

Selanjutnya disuguhkan sirih. Setelah itu, disebutnya Presiden dibawa ke gelanggang acara untuk diulosi oleh Raja-Raja, diteruskan menortor bersama.

"Pak Jokowi menortor di situ besok. Ibu juga menortor. Kemudian mereka berdua duduk di tempat yang sudah disiapkan," sambung Pandapotan.

BACA JUGA: Ingat! Kirab Budaya Pesta Bobby-Kahiyang Digelar Minggu

Setelah Presiden dan Ibu Negara duduk, dikatakan Pandapotan dilakukan prosesi pengantin menuju Tapian Raya Namartua. Dikatakannya, untuk prosesi itu, Presiden dapat menyaksikan melalui layar kaca.

Namun, kalau Presiden ingin ikut, dikatakan Pandapotan akan dilihat bagaimana prosesinya. Dijelaskannya, Tapian Raya Namartua, adalah acara Marpangir, yakni menghanyutkan masa remaja.

"Saat menuju Tapian Raya Namartua, nanti di bagiab depan pembuka jalan, kemudian Panjunjung Pangir, kemudian Kahiyang lalu Bobby. Sementara ketika pulang, Kahiyang dan Bobby di depan karena mereka sudah menjadi orangtua. Digiring sampai ke gelanggang untuk ditabalkan gelar adat dengan cara mengulosi. Agar gelar adat berkat, dilakukan upah-upah oleh Datuk Pangupah. Setelah itu, acara Ajar Poda, yakni nasihat upacara perkawinan, lalu ditutup dengan kata Horas 3 kali dan manyoda gondang, tanda gondang tidak lagi boleh dibunyikan," tandasnya.

Sebelumnya, Erwan Nasution menyebut prosesi adat yang akan dilaksanakan mulai Jumat (28/11). Dikatakannya akan dimulai pada pukul 06.00 WIB, dengan melakukan manalpok kolahani horja, menyembelih kerbau sebagai landasan upacara adat.

Kemudian menyantan gordang sambilan dan gondang pada pukul 07.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB. Selanjutnya pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 09.45 WIB, membuka gelanggang manortor 1, disambung Mangalong-along Mora sampai pukul 12.00 WIB.

"Pukul 14.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB, manarimo tumpak, pukul 15.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB, maralog-alog atau sidang adat dan pukul 20.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB, Margalanggang atau menortor kedua, " ujarnya singkat

Sementara Darmin Nasution menjelaskan, di dalam kekerabatan di Mandaling, Padang Bolak, Angkola dan di Batak, hubungan kekerabatan atau sistem sosial, ada posisi setiap keluarga atau orang, tergantung acaranya apa. Disebutnya, pihak Pertama disebut Suhut Kahanggi atau yang punya acara.

"Kalau acara Mangalehen Marga, itu acaranya Marga Siregar, mertuanya Bobby Nasution. Sedangkan kami Marga Nasution, adalah Anak Boru di dalam acara itu. Anak Boru itu tidak di tengah tempatnya karena kita mengambil gadis ke sana. Kalau Mora, mertuanya Marga Siregar, duduk di tengah dengan tikar berlapis. Namanya itu Dalihan Natolu, " jelas Darmin.

Lebih lanjut, dikatakan Darmin acara haribini dan besok, adalah acara Marga Nasution. Disebutnya artinya Suhut dan Kahanggi itu adalah dari Marga Nasution. Sementara Marga Siregar sebagai Mora atau pihak yang datang dengan posisi dihormati.

Selain itu, dikatakannya ada pihak ketiga yang kerjanya banyak mendukung dan membantu Marga Nasution, yakni Anak Boru yang di dalam keluarga Bobby, disebutnya Anak Boru adalah Marga Lubis.

"Upacara adat di Mandailing, sangat didominasi manortor. Akan dilakukan berbagai pihak. Pertama yang punya acara dan kahanggi diikuti dari belakang oleh Anak Boru. Setelah itu menortor Raja-Raja, ada belasan orang. Setelah itu ada lagi kelompok-kelompok yang lain, " tandas Darmin. (ain)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi: Sudah Dapat Sepeda Masih Minta Foto


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler