Presiden AS Desak Vladimir Putin Diseret ke Pengadilan Kejahatan Perang

Selasa, 05 April 2022 – 12:58 WIB
Ilustrasi - Presiden Terpilih AS Joe Biden. Foto: REUTERS

jpnn.com, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mendesak agar Presiden Rusia Vladimir Putin diseret ke pengadilan kejahatan perang.

Selain itu, Amerika Serikat dan Eropa juga berencana menjatuhkan sanksi baru kepada Rusia atas pembunuhan warga sipil di Ukraina, pada Selasa (5/4).

BACA JUGA: Joe Biden Yakin Banget Ancamannya ke Xi Jinping Bakal Mujarab

Sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan jumlah korban warga sipil akibat invasi Rusia ke negaranya mungkin akan bertambah.

Pasukan Rusia ditarik dari kota-kota di sebelah utara ibu kota Kiev pekan lalu untuk difokuskan ke wilayah selatan dan timur Ukraina.

BACA JUGA: Tiba di Brussel, Joe Biden Bertemu Sekutu dan NATO, Rusia Harus Siap-Siap

Pasukan Ukraina merebut kembali kota-kota yang diduduki Rusia selama hampir enam pekan, termasuk Bucha, di mana banyak mayat warga sipil tergeletak di jalan-jalan.

Foto-foto mengejutkan tentang kuburan massal di Bucha dan mayat orang-orang dengan tangan terikat dan lubang peluru di kepala mengundang kemarahan internasional pada Senin.

BACA JUGA: Vladimir Putin Balas Perbuatan Negara Barat dengan Hal Tak Terduga

Jerman dan Prancis juga mengancam Moskow dengan sanksi-sanksi baru.

Rusia membantah tuduhan apa pun terkait pembunuhan warga sipil.

Mereka mengatakan akan memperlihatkan bukti empiris di sidang Dewan Keamanan PBB untuk membuktikan pasukan Rusia tidak terlibat.

Dalam pidato lewat video Selasa pagi, Zelenskyy mengatakan juga akan berbicara di depan Dewan Keamanan untuk mencari dukungan bagi penyelidikan di Bucha.

"Ini hanya satu kota, salah satu dari banyak komunitas di Ukraina yang pernah diduduki Rusia," kata Zelenskyy.

"Sekarang, ada informasi bahwa di Borodyanka dan beberapa kota Ukraina lain yang dibebaskan, jumlah korban jiwa selama pendudukan mungkin lebih banyak lagi," kata dia.

Zelenskyy merujuk pada sebuah kota berjarak 25 km dari barat Bucha.

AS mengatakan akan mendorong penangguhan keanggotaan Rusia dari Dewan HAM PBB atas pembunuhan di Bucha, seraya menyebut partisipasi Moskow di dewan itu sebagai lelucon.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan telah berbicara dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tentang Bucha.

Kuleba menekankan Ukraina akan menggunakan semua mekanisme PBB yang tersedia untuk mengumpulkan bukti dan meminta Rusia bertanggung jawab.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan pada Senin bahwa Putin dan pendukungnya akan merasakan akibat dari peristiwa di Bucha dan bahwa sekutu barat akan menyepakati sanksi baru buat Rusia dalam beberapa hari ke depan.

Penasihat keamanan nasional Biden, Jake Sullivan mengatakan sanksi baru AS terhadap Moskow akan diumumkan pekan ini.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan mereka mendukung tim penuntut dan pakar internasional untuk mengumpulkan dan menganalisis bukti kekejaman.

Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht mengatakan Uni Eropa harus membahas larangan gas Rusia, meski sejumlah kalangan mengingatkan kemungkinan sanksi itu akan memicu krisis energi di Eropa.

Gas Rusia menyumbang sepertiga kebutuhan Eropa dan Putin berusaha menggunakan energi sebagai senjata untuk menyerang balik sanksi barat.

Namun, Rusia tetap menjaga aliran gasnya lewat jalur pipa utama ke Eropa, meski ada ketidakjelasan tentang tuntutan Putin agar gas Rusia dibayar dengan rubel.(Antara/Reuters/JPNN)


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler