Presiden Francois Hollande Nyatakan Keadaan Darurat, Pertama Kali Sejak Perang Dunia II

Sabtu, 14 November 2015 – 14:18 WIB
Petugas militer Prancis di salah satu lokasi serangan. Foto: AFP

jpnn.com - PARIS - Presiden Prancis Francois Hollande langsung membuat langkah cepat begitu penyerbuan teroris di Paris berlangsung. Dia menyatakan negara dalam keadaan darurat. Situasi ini adalah yang pertama dalam sejarah Prancis setelah Perang Dunia II. 

Setelah itu, Hollande juga memutuskan menutup semua perbatasan Prancis. Dia juga menyatakan bahwa perang untuk para teroris akan dimulai. “Dan kami tidak akan mengampuni mereka yang begini kejam,” katanya seperti dikutip Fox News, Sabtu (14/11).

BACA JUGA: Perbatasan Diperketat, Warga Harus di Rumah, 1500 Militer Diterjunkan

Keadaan gawat ini diumumkan setelah dirinya hampir ikut menjadi sasaran serangan ketika menghadiri pertandingan persahabatan antara Prancis dan Jerman di Stade De France, Paris. Stade De France merupakan salah satu dari lima lokasi serangan teroris. 

Ada bom yang diledakkan di luar stadion. Begitu terdengar bom meledak, Hollande langsung diungsikan oleh sejumlah pasukan khusus. Belum ada laporan korban jiwa dari ledakan di luar stadion.

BACA JUGA: Setelah Teror di Paris, Target Berikutnya London, Roma dan Washington

Selain stadion, ada lima lokasi lain yang juga menjadi sasaran. Yang paling parah terjadi di Gedung Konser Bataclan. Saat itu sedang berlangsung konser band asal Amerika Serikat Eagles of Death Metal. (jon/jpnn)

BACA JUGA: Penonton Berhasil Melarikan Diri, Inilah Foto Saat Band Amerika Tampil Sebelum Diserbu Teroris

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lewat Facebook, Warga di Paris Bisa Kabarkan Kondisinya, Begini Caranya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler