Presiden Jokowi: Antek Asing yang Mana?

Rabu, 07 November 2018 – 23:36 WIB
Presiden Joko Widodo mengacungkan satu jempolnya saat menghadir Rakernas TKN Jokowi - Ma'ruf di Surabaya, Minggu (28/10). Foto: Biro Pers Setpres

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali menepis tudingan yang menyebutnya antek asing. Kepala negara yang beken dengan panggilan Jokowi itu menyinggung soal tudingan antek asing saat menghadiri pembekalan bagi calon anggota legislatif (caleg) DPR dari Partai Hanura di Ancol, Jakarta Utara, Rabu (7/11). 

“Karena saya sering dituding-tuding antek asing. Antek asing yang mana?" kata Jokowi di hadapan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang dan ratusan caleg.

BACA JUGA: Jadi Lawyer Jokowi, Yusril Buka Alasan Ogah ke Prabowo-Sandi

Jokowi justru menegaskan bahwa kebijakannya selama ini sangat nasionalisme. Misalnya, Blok Mahakam yang sudah puluhan tahun dikelola Jepang dan Perancis, mulai 2015 sudah sepenuhnya 100 persen dikuasi PT Pertamina (Persero). "Sudah saya serahkan 100 persen kepada Pertamina," kata Jokowi. 

Tidak hanya itu, Jokowi juga menyinggung soal Blok Rokan di Riau, yang puluhan tahun dikelola perusahaan Amerika Serikat (AS) Chevron. Kini, Blok Rokan juga diserahkan ke PT Pertamina (Persero).

BACA JUGA: Jokowi Ingin Membawa Indonesia Hijrah

"Sampaikan kalau ada yang tanya Presiden Jokowi antek asing, jawabannya itu antek yang mana?" pesan Jokowi. 

Mantan gubernur DKI itu lantas menyinggung soal tambang emas di Papua yang kini dikelola PT Freeport Indonesia. Menurutnya, selama 40 tahun Indonesia hanya memiliki 9 persen saham di PTFI.

BACA JUGA: Survei Pribadi OSO: Jokowi - Maruf Menang 79 Persen

Namun, Jokowi akhirnya bisa membujuk Freeport-McMoRan agar mendivestasikan sahamnya di PTFI ke PT Inalum. Dengan demikian Indonesia melalui Inalum memiliki 51 persen saham di PTFI.

"Sekarang sudah agreement, kita  diberikan sekarang ini sudah 51 persen," ungkapnya. 

Jokowi juga meminta para caleg Hanura menjelaskan ke masyarakat tentang berbagai proyek infrastruktur yang dibangun selama pemerintahannya. Misalnya, pembangunan bandara, pelabuhan, jembatan, bendungan dan jalur kereta.

Mantan wali kota Surakarta itu lantas mencontohkan mass rapid transit (MRT) yang segera beroperasi di Jakarta. Menurutnya, pembangunan jalur MRT itu sudah dibahas sejak 30 tahun silam namun baru belakangan ini direalisasikan.

"Ya sekarang kita sudah memiliki yang namanya MRT. Nanti  kalau mau mencoba itu bulan Maret 2019 sudah operasional. Ini sudah tapi baru di coba-coba terus," katanya.

Selain MRT juga ada light rail transit (LRT). Kini, Palembang sudah memiliki LRT, sedangkan Jakarta masih dalam proses pengerjaan.(boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Yakin Gesits Akan Diterima Pasar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Joko Widodo   Pilpres 2019   Jokowi   Antek Asing   MRT   Lrt   Hanura  

Terpopuler