Presiden Jokowi Bahas Ketahanan Pangan dan Keuangan untuk Pastikan Stabilitas di Kawasan ASEAN

Minggu, 13 November 2022 – 00:06 WIB
Presiden Jokowi saat berbicara di forum Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-RRT ke-25 di Phnom Penh, Kamboja pada Jumat (11/11). Foto: Dokumentasi Humas Kemenko Perekonomian

jpnn.com, PHNOM PENH - Indonesia menggalang dukungan dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) agar krisis ekonomi global tidak menjalar ke kawasan ASEAN.

“Sebagai mitra komprehensif strategis, ASEAN dan RRT harus pastikan hal tersebut tidak terjadi,” ungkap Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-RRT ke-25 di Phnom Penh, Kamboja pada Jumat (11/11).

BACA JUGA: Belum Diterima Jadi Anggota ASEAN, Timor Leste Hanya Diberi Status Ini

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi yang turut didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto nenyampaikan tiga hal penting yang harus ditangani.

BACA JUGA: Menko Luhut Sebut Indonesia Sudah Berubah, Bukan Negara Ecek-Ecek Lagi

Hal pertama terkait dengan pentingnya menjaga ketahanan pangan, dim ana penduduk ASEAN dan RRT yang berjumlah lebih dari 2 miliar merupakan tugas berat dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan.

Sementara itu, ASEAN merupakan salah satu konsumen gandum dan kedelai terbesar di dunia dengan mengeluarkan sebesar USD 61 miliar untuk impor pangan.

Lebih lanjut, RRT memiliki kapasitas yang besar untuk memperkuat strategi ketahanan pangan.

“Kita harus bekerja amankan rantai pasok dan stabilisasi harga pangan,” ujar Presiden Jokowi.

Selanjutnya, ASEAN dan RRT diharapkan dapat berkolaborasi dalam memastikan cadangan pangan dan mekanisme darurat pangan, pengembangan produksi pangan, serta investasi pada inovasi sektor pertanian.

Hal penting selanjutnya yakni terkait dengan stabilisasi finansial kawasan dengan tantangan terbesar berupa ancaman resesi.

Untuk itu, kerja sama dalam hal sinergi dan koordinasi kebijakan harus terus ditingkatkan sehingga dapat dipastikan langkah efektif mencegah resesi dan memperoleh early warning dan dukungan likuiditas.

Sejalan dengan hal tersebut, dalam kesempatan yang berbeda, Menko Airlangga selaku Ketua Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN-Indonesia menyampaikan Indonesia akan terus memajukan agenda pemulihan dan integrasi ekonomi ASEAN di tengah arus transformasi digital, terutama dalam integrasi sektor keuangan.

Hal tersebut diharapkan akan mendukung stabilisasi pada sektor keuangan di kawasan.

Hal penting terakhir yang perlu diperhatikan yakni terkait dengan memastikan stabilitas kawasan.

Strategic trust dan penghormatan terhadap hukum internasional termasuk UNCLOS 1982 merupakan kunci dalam mengelola rivalitas di kawasan dan menyelesaikan isu Laut Cina Selatan.

Ketiga hal yang diusulkan Indonesia diyakini dapat mendukung kawasan Indo-Pasifik yang damai dan stabil dengan pertumbuhan ekonomi yang baik di kawasan.

“Jika ini dapat kita bangun, maka kita dapat mewujudkan kawasan Indo-Pasifik sebagai epicentrum of growth,” pungkas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam KTT ASEAN–RRT ke-25, yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. (mrk/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler