Presiden Lebanon Tidak Percaya Hezbollah Terlibat Ledakan Dahsyat di Beirut

Rabu, 19 Agustus 2020 – 05:25 WIB
Presiden Lebanon Michel Aoun. Foto: Reuters

jpnn.com, BEIRUT - Presiden Lebanon Michel Aoun menolak kemungkinan keterlibatan Hezbollah dalam ledakan lebih dari 2.000 ton amonium nitrat yang tersimpan di pelabuhan Kota Beirut bulan lalu.

Ia menyebut mustahil ledakan itu berasal dari tempat persediaan senjata Hezbollah. Namun, Presiden Aoun mengatakan pihaknya akan menyelidiki seluruh kemungkinan yang ada.

BACA JUGA: Lebanon Bersedia Ikuti Jejak Uni Emirat Arab, Asal Israel Lakukan Ini

Otoritas di Lebanon masih menyelidiki penyebab ledakan amonium nitrat yang tersimpan tanpa prosedur aman di pelabuhan selama bertahun-tahun.

Akibatnya, bahan berbahaya itu meledak pada 4 Agustus 2020 dan menyebabkan 178 orang tewas, 6.000 warga luka-luka, serta menghancurkan sebagian besar wilayah kota.

BACA JUGA: Ledakan Dahsyat di Lebanon dan Ketidakbecusan Pemerintah

Aoun, pendukung Hezbollah, saat diwawancarai koran Italia Corriere della Sera, Selasa (18/8), mengatakan organisasi politik dan paramiliter itu tidak menyimpan senjata di pelabuhan. Ia kembali menegaskan pernyataan pimpinan Hezbollah awal bulan ini.

Hezbollah merupakan organisasi yang berpusat di Lebanon dan didukung oleh Iran.

BACA JUGA: Lebanon Mencekam, Warga Biasa hingga Tokoh Agama Serukan Revolusi

"Mustahil, tetapi kejadian serius seperti ini memang membangkitkan imajinasi," kata Aooun saat diminta tanggapannya mengenai dugaan keterlibatan Hezbollah.

Dia menambahkan dugaan itu tetap akan diselidiki oleh otoritas keamanan terkait.

Ketua Hezbollah Sayyed Hassan Nasrallah menyanggah seluruh tudingan yang menyebut pihaknya menyimpan senjata di pelabuhan Kota Beirut. Ia mengatakan Hezbollah akan menunggu hasil penyelidikan.

Namun, jika ledakan itu disebabkan aksi sabotase Israel, negara itu akan membayar harga yang setimpal.

Hezbollah telah berperang dengan Israel dan kelompok itu ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat. Walaupun demikian, Hezbollah punya cukup pengaruh di Pemerintah Lebanon.

Israel menyangkal dugaan keterlibatannya dalam ledakan 4 Agustus.

Aoun mengatakan penyelidikan masih berupaya mengetahui penyebab ledakan, yang kemungkinan terjadi karena kelalaian atau kecelakaan dari faktor eksternal.

"Meskipun ledakan tampaknya disebabkan oleh kecelakaan, saya ingin menghindari tuduhan tidak mendengar seluruh pendapat yang disampaikan," kata Aoun.

Ia mengatakan banyak pihak mengklaim melihat pesawat terbang di atas pelabuhan sebelum ledakan terjadi. Meskipun pernyataan itu kurang kredibel, mereka harus tetap didengar. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler