Presiden Namibia Puji Indonesia Mampu Swasembada Beras

Sabtu, 01 September 2018 – 17:38 WIB
Presiden Republik Namibia Hage Gottfried Geingob dan Menteri Pertanian Amran Sulaeman di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Sabtu (1/9). Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Bangsa Indonesia dengan berbagai negara di Afrika memiliki kedekatan batin jika melirik dari sejarah masa lampau. Kedekatan itu sudah terbangun sejak masa pemerintahan Soekarno.

Melihat hal tersebut, tentunya kerja sama antara Indonesia dan berbagai negara Afrika diharapkan mampu berjalan dengan baik. Dengan perekonomian di benua Afrika yang terus tumbuh dan berkembang, tentu hal ini menjadi daya tarik bagi Indonesia untuk masuk ke pasar Afrika.

BACA JUGA: Namibia Tertarik Belajar Ilmu Perjagungan dari Indonesia

Presiden Republik Namibia Hage Gottfried Geingob, salah satu negara di Afrika bagian selatan, melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Presiden Hage mengunjungi Indonesia dalam rangka peningkatan kerja sama dalam hal infrastruktur hingga pertanian. Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama semenjak Presiden Hage Gottfried terpilih di tahun 2015.

Presiden Hage yang membawa beberapa delegasi termasuk Menteri yang membidangi Pertanian menekankan kemampuan Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan dalam negeri untuk memenuhi konsumsi rakyat Indonesia. Sebelum bertolak ke negaranya, Presiden Hage bertemu dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang melepas kepergian kembali ke negaranya dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta (1/9/2018).

BACA JUGA: Indonesia Akan Bantu Namibia Atasi Permasalahan Lahan Kering

Presiden Hage secara khusus mengapresiasi Indonesia yang mampu memenuhi pangan rakyatnya yang berjumlah 250 jiwa sementara Namibia yang berpenduduk 2 juta jiwa masih impor dari negara lain. Selain itu Presiden Hage mengapresiasi Indonesia yang kini mampu swasembada beras dan mengekspor jagung dengan sistem pengairan di area persawahan yang baik tanpa terpengaruh musim.

Kedepannya ada beberapa kerja sama yang akan ditindaklanjuti khususnya di bidang pertanian.

BACA JUGA: Banggai Kepulauan Tambah Areal untuk Tanam Jagung

“Kita juga membangun kerja sama ke depan yaitu bagaimana mengubah lahan kering itu menjadi produktif, bagaimana mengangkat planting indeksnya dari satu menjadi dua kali, dari dua menjadi tiga kali,” ujar Amran.

Presiden Hage tertarik akan pengembangan lahan kering di Indonesia. Menteri Amran sempat menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi pada lahan kering di Indonesia sudah melalui teknologi yang komprehensif dan berkelanjutan.

"Sekarang kita membangun rain water harvesting technology, embung, sumur dalam, sumur dangkal kemudian small dam, mekanisasi pertanian dan bibit berkualitas,” terang Menteri Amran.

Terkait bibit berkualitas, Menteri Amran akan menawarkan kepada Namibia untuk menggunakan bibit jagung dari Indonesia. Sebagai perbandingan, jagung yang ada Namibia memiliki produktivitas di angka 3 - 4 ton per ha sedangkan di Indonesia sudah ada yang mampu mencapai 10 ton per ha.

"Jagung kita sudah ada yang mencapai 10 ton, namanya NASA (Nakula Sadewa), mekanisasi dan teknologi pertankan nanti kita juga sharing, Insyaallah sinergi kita segera dengan mereka,” tutup Amran.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Audit Independen Produksi Ayam Ras 2018 Nasional Surplus


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler