Presiden Sampaikan Kabar Kurang Menyenangkan, Semua Diminta Waspada

Selasa, 10 Agustus 2021 – 15:05 WIB
Presiden Jokowi menyatakan perekonomian triwulan III 2021 akan berat. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak untuk tetap mewaspadai situasi perekonomian di triwulan III 2021.

Pasalnya, Kepala Negara memprediksi perekonomian akan lebih berat karena dampak persebaran varian Delta.

BACA JUGA: Peneliti Indef Ramalkan 4 Hal Ini Bisa Bikin Perekonomian Triwulan III Selamat

“Kita tahu awal bulan Juli, varian Delta telah memaksa kami untuk memperketat mobiltas masyarakat yang tentu saja berdampak pada ekonomi nasional kita,” kata Presiden Jokowi dalam sambutan secara virtual di HUT ke-44 Pasar Modal di Jakarta, Selasa (10/8).

Dia juga mengajak pelaku pasar modal mewaspadai situasi ekonomi di triwulan III.

BACA JUGA: Kredit KPR Tumbuh 12,5 Persen Triwulan II, Bank BJB Geber Penyaluran FLPP 2021

Kendati demikian, Jokowi optimistis sektor pasar modal Indonesia tetap berpeluang untuk bertumbuh lebih baik.

Mengacu pada pengalaman sebelumnya, saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), nilai transaksi harian di bursa efek justru meningkat menjadi Rp 7,5 triliun-Rp 8 triliun.

BACA JUGA: Ekonomi Triwulan II Melejit 7 Persen, Faisal Basri Justru Beberkan Fakta Sebaliknya

Setelah PSBB berakhir, nilai transaksi harian kembali meningkat mencapai Rp 13,1 triliun. Presiden Jokowi meminta momentum pertumbuhan ini terus dijaga.

“Peningkatan kepercayaan agar pasar modal harus menjadi prioritas, digitalisasi dipercepat, produktivitas kualitas pelayanan harus diperbaiki, penegakan hukum harus tegas dan transparan, ekosistem perekonomian nasional harus sama-sama kita perbaiki," kata Presiden Jokowi.

Eks Wali Kota Solo itu juga mengapresiasi penambahan investor pasar modal yang sangat signifikan hingga Juli 2021.

Dia bersyukur peningkatan jumlah investor pasar modal banyak dikontribusikan oleh investor domestik dan juga investor kalangan millenial.

Menurutnya, hal ini akan berkontribusi untuk memperkuat pasar modal domestik ketika menghadapi tekanan pasar di kemudian hari.

“Selama pandemi jumlah perusahaan yang melakukan IPO di bursa tidak menurun, jumlahnya, IPOnya tetap tertinggi di ASEAN. Capaian yang baik ini telah dicapai selama empat tahun berturut-turut,” ujar Presiden Jokowi. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler