Presiden Sisi Kerahkan Segala Upaya untuk Hentikan Perang di Gaza

Minggu, 07 April 2024 – 22:18 WIB
Presiden Mesir Abdel Fattah al Sisi. Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

jpnn.com, KAIRO - Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada Sabtu (6/4) mengatakan bahwa negaranya melakukan segala upaya untuk menghentikan perang Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, yang dimulai lebih dari setengah tahun lalu.

Pernyataan Presiden Sisi itu disampaikan dalam sebuah pidato pada acara malam Lailatul Qadr, yang jatuh pada Jumat/Sabtu malam, di hadapan beberapa pejabat dan tokoh agama di Pusat Konferensi Internasional Al-Manara di Kairo timur, menurut pernyataan dari kantor kepresidenan Mesir.

BACA JUGA: Israel Pastikan Tidak Akan Ada Gencatan Senjata di Gaza

Presiden Mesir berbicara tentang keutamaan malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan dan penuh berkah tersebut serta signifikansinya di kalangan umat Islam dengan makna keagamaan dan spiritualnya yang luar biasa.

Sisi membahas situasi di Palestina, dengan mengatakan: "Saya tidak akan melewatkan kesempatan untuk menegaskan kembali solidaritas kami yang tegas dan teguh terhadap saudara-saudara Palestina kami di Jalur Gaza."

BACA JUGA: Dunia Hari Ini: Pencarian Jenazah Pekerja Bantuan di Gaza Butuh Beberapa Jam

Dia juga menegaskan kembali bahwa Mesir akan mengerahkan upaya maksimal dan pantang menyerah untuk mengakhiri permusuhan dan memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke Gaza.

"Saya juga menggarisbawahi komitmen Mesir yang tak tergoyahkan untuk berupaya tanpa kenal lelah memastikan hak-hak rakyat Palestina dan pembentukan negara independen mereka di sepanjang perbatasannya yang ditetapkan pada 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," tambahnya.

BACA JUGA: Dunia Hari Ini: Israel Menyerang Lagi Dua Rumah Sakit di Gaza

Israel melancarkan serangan militer mematikan di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas yang dilakukan kelompok Hamas Palestina pada awal Oktober, menewaskan kurang dari 1.200 orang.

Lebih dari 33.100 warga Palestina sejak saat itu telah tewas dan lebih dari 75.800 lainnya luka-luka di tengah kehancuran massal dan kelangkaan bahan kebutuhan pokok.

Israel juga memberlakukan blokade yang melumpuhkan di Jalur Gaza, menyebabkan penduduknya, khususnya warga Gaza utara, berada di ambang kelaparan.

Perang Israel telah memaksa 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kelangkaan akut terhadap makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur daerah kantong itu mengalami kerusakan atau hancur, menurut PBB.

Israel dituding melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang pada pekan lalu memintanya untuk berbuat lebih banyak guna mencegah kelaparan di Gaza. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler