Presidensi G20 Bakal Berdampak Besar Bagi Pemulihan Ekonomi

Kamis, 16 September 2021 – 00:01 WIB
Investor di seluruh dunia saat ini sedang bersiap untuk menyambut pemulihan ekonomi global. Ilustrasi main saham. Foto: Olymp trade

jpnn.com, JAKARTA - Penetapan Indonesia sebagai Presidensi G20 memberikan tiga manfaat besar bagi tanah air di tengah upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19. Forum ini akan diselenggarakan selama satu tahun mulai dari 1 Desember 2021 hingga November 2022.

Hal ini disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nasional Kumba Digdowiseiso dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (15/9).

BACA JUGA: Jelang Forum KTT G20, Menko Airlangga Gencar Lakukan Hal ini

"Saya kira ada tiga aspek yang dapat menjadi keuntungan bagi Indonesia, yaitu consumption, investment, dan public economics," ujarnya.

Menurut Kumba, kehadiran para delegasi dalam 150 pertemuan selama setahun tersebut dapat meningkatkan kebutuhan konsumsi dan permintaan tenaga kerja. Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja yang diestimasi sebanyak 35 ribu dari berbagai sektor ini dapat meningkatkan tax rasio.

BACA JUGA: Jessica Widjaja Dukung Perempuan Afghanistan Lewat W20 G20

"Ini akan mendongkrak penerimaan pajak terhadap PDB kita, karena saat ini tax ratio kita masih rendah," jelasnya.

Lebih lanjut, kata Kumba, Presidensi G20 dapat menjadi momentum untuk mendorong investasi di tanah air. Yakni dengan mengekspose capaian kebijakan ekonomi pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Siti Nurbaya Paparkan Upaya Kendalikan Perubahan Iklim dalam Ministerial Meeting G20

"Tentunya ini akan mendorong confident dari investor global untuk percepatan pemulihan ekonomi. Karena pertumbuhan ekonomi kita bisa mencapai 7,07 persen pada kuartal II 2021 lalu," ungkapnya.

Selain itu, Kumba menilai pertemuan tersebut dapat mendorong kolaborasi antar negara dalam mencapai pemulihan pandemi secara global dan menyeluruh.

"Seperti yang dikatakan Pak Menko Airlangga juga, vaksinasi harus menjadi global public goods dengan posisi strategis Indonesia saat ini. Karena keberadaan vaksin ini dapat berimplikasi pada aspek pembangunan lainnya seperti global subjective well being dan global objective well being yang mencakup pemerataan, mengurangi ketimpangan dan kemiskinan," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan, Presidensi G20 memberi manfaat bagi Indonesia, baik dari segi ekonomi, pembangunan sosial maupun manfaat dari segi politik.

"Dari aspek ekonomi beberapa manfaat langsung adalah peningkatan konsumsi domestik yang diperkirakan bisa mencapai Rp 1,7 triliun, penambahan PDB hingga Rp 7,47 triliun dan melibatkan tenaga kerja sekitar 33.000 di berbagai sektor dan diharapkan secara agregat ini akan beberapa kali 1,5 sampai dua kali efek yang dicapai dari pertemuan IMF World Bank 2018 lalu," kata Menko Airlangga dalam konfrensi pers virtual pada Selasa (14/9) malam.

Selain itu, tambah Menko Airlangga, acara ini juga menjadi momentum untuk menampilkan keberhasilan reform struktural yang telah dilakukan pemerintah Indonesia selama pandemi Covid-19 diantaranya dengan UU Cipta Kerja dan dengan Sovereign Wealth Fund.

"Tentunya ini akan mendorong konfiden dari investor global untuk percepatan pemulihan ekonomi dan mendorong kemitraan Global yang saling menguntungkan," jelasnya. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler