Pria Ini Bilang Kapolri Tidak Main-Main, Fakta Kematian Brigadir J Akan Terungkap

Jumat, 05 Agustus 2022 – 09:59 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap perkembangan terkini kasus pembunuhan Brigadir J di Bareskrim Polri, Kamis (4/8/2022) malam. Foto : Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Politikus Gerindra Arief Poyuono menyatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak akan main-main dalam mengusut pembunuhan Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Brigadir J tewas ditembak di rumah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo pada Jumat, 8 Juli lalu.

BACA JUGA: Bharada E Tersangka, Reza Beber Analisis Matematika Kejahatan Terencana


Arief Poyuono menilai Kapolri Jendera Listyo tidak main-main mengusut kematian Brigadir J Ilustrasi Foto: Dokumen JPNN.com

Tim khusus yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit sudah mengumumkan tersangka kasus pembunuhan itu, yakni Bharada E.

BACA JUGA: Wahai Bharada E, Manfaatkan Kesempatan Ini, LPSK Siap Melindungi!

"Aku sih dukung Kapolri dan yakin Jenderal Listyo tidak main-main dalam mengungkap kasus ini," ucap Arief Poyuono kepada JPNN pada Jumat (5/8).

Eks wakil ketua umum Partai Gerindra itu menilai langkah Kapolri sudah sesuai arahan Presiden Jokowi yang memerintahkan usut tuntas kematian Brigadir J dan jangan ada yang ditutupi.

BACA JUGA: Siapa yang Mengambil CCTV di Rumah Dinas Ferdy Sambo? Kapolri Buka Suara, Ternyata

Terlebih lagi, kata Arief, Kapolri orang yang tegak lurus kepada Jokowi, sehingga Jenderal Listyo Sigit pasti menjalankan perintah Presiden Ketujuh RI itu sebaik-baiknya.

"Apa pun Kapolri pasti menjaga muruah nama Jokowi dalam kasus ini," ucapnya.

Ketua umum FSP BUMN Bersatu itu juga melihat keseriusan Kapolri dalam mengusut kematian Brigadir J, antara lain dengan pelibatan Komnas HAM, Kompolnas, hingga dokter forensik dari TNI.

"Artinya Kapolri tidak main-main dalam mengusut kasus ini," ujar anak buah Prabowo Subianto di Partai Gerindra itu.

Oleh karena itu, Arief mengajak publik bersabar menunggu kelanjutan pengusutan pembunuhan sopir istri Ferdy Sambo itu.

"Pasti akan terungkap fakta-fakta kasus tewasnya Brigadir J secara terang benderang dan masyarakat menjadi puas nantinya," kata Arief Poyuono.

BACA JUGA: Kembali Menulis soal Pembunuhan, Dahlan Iskan: Bukan Akibat Tembak-menembak

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya mengatakan pihaknya menahan empat perwira polisi di tempat khusus buntut kasus pembunuhan Brigadir J.

Keputusan itu dilakukan mantan Kabareskrim Polri itu guna mempercepat penanganan kasus itu.

"Kami tentunya akan mengambil langkah-langkah secara cepat. Malam ini ada empat orang yang kami tempatkan di tempat khusus," kata Listyo Kamis (3/8) malam.

Selain itu, penyidik Bareskrim juga telah mengetahui oknum polisi yang mengambil rekaman CCTV pascainsiden penembakan di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Jenderal Listyo memastikan sosok yang mengambil CCTV itu adalah anggota Polri yang kini tengah diperiksa.

Dia mengaku sudah tahu bagaimana oknum polisi itu mengambil rekaman kamera pengawas yang disebut rusak tersebut.

"Kami sudah dapatkan bagaimana pengambilan dan siapa yang mengambil, juga sudah kami lakukan pemeriksaan," tegasnya.

Dalam kasus itu ditemukan 25 anggota Polri yang tidak profesional dalam menangani tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Brigadir J.

Hal tersebut membuat proses olah TKP dan penanganan lokasi kejadian menjadi terhambat, termasuk penyidikan yang semestinya bisa berjalan dengan baik.

Kapolri menyebutkan 25 personel itu terdiri atas tiga perwira tinggi (pati) pangkat jenderal bintang satu, lima kombes, tiga AKBP, dua kompol, tujuh perwira pertama (pama) serta lima orang berpangkat bintara dan tamtama.

"Semua akan kami proses berdasarkan hasil keputusan apakah ini (ketidakprofesionalan) masuk dalam pelanggaran kode etik atau pelanggaran pidana," ujar Jenderal Listyo. (fat/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler