Pria Muda Ini Dikira Pengikut ISIS, Ternyata...

Rabu, 19 April 2017 – 08:14 WIB
Mujianto (31) saat diinterogasi petugas PJR Km 23, kemarin. Selanjutnya, dia akan dipulangkan ke Kediri. Foto: RIDHUAN/KALTIM POST

jpnn.com, BALIKPAPAN - Mujianto (31) mengenakan serban, berkalung tasbih, membawa sajadah, dan memakai atribut bertuliskan Arab.

Namun, kehadiran pria asal Kediri, Jawa Timur, ini justru membuat takut dan resah warga yang tinggal di sekitar Masjid Al Hafidz, Km 20, Karang Joang, Balikpapan Utara, Kaltim.

BACA JUGA: Perangi Radikalisme, Fatayat NU Siapkan 1.000 Dai Wanita

Pasalnya, sambil bernyanyi, Mujianto kerap menenteng pisau sangkur hingga membuat ketenangan warga terganggu.

"Kami kira awalnya dia terlibat jaringan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) atau aliran sesat lainnya. Soalnya, ketika akan kami tangkap, dia izin mau salat dulu. Padahal belum waktunya," terang Aiptu Ferry Eka, Banit PJR 01 Kilometer 23, kemarin (18/4).

BACA JUGA: Djarot: Masjid Itu kan Rumah Allah

Menurut warga sekitar, Mujianto terlihat mondar-mandir di lingkungan masjid. Membuat takut anak-anak mengaji. Bahkan guru yang mengajar juga tidak berani menghadapi pria berkulit gelap itu.

"Pukul 12.00 Wita kami dapat laporan dia membuat takut warga. Makanya kami amankan," lanjutnya.

BACA JUGA: Simak nih, Cerita Djarot soal Pengusiran Usai Salat Jumat

Meski melantur, Mujianto yang diwawancara awak media mengaku waras dan bukan orang gila. Dirinya telantar dan tidak memiliki biaya untuk pulang ke kampung halamannya.

Bersama kakaknya dia merantau ke Rantau Pulung, Kutai Timur. Namun, karena tingkahnya yang suka bernyanyi dan bermain gendang di dalam masjid, dia diusir.

"Jalan kaki dari Rantau Pulung, mau ke Balikpapan. Sangkurnya saya dapat dari rumah warga. Lupa kapan ambilnya. Sempat dipukuli warga juga karena dikira pencuri, ya saya sabar saja," ucapnya.

Setelah ditangkap petugas PJR, Mujianto lalu diserahkan ke Satuan Polisi Pamong Praja. Disampaikan Faridah Astaty, kasi Hubungan dan Kerja Sama, Mujianto akan diamankan pihaknya untuk selanjutnya diserahkan kepada Dinas Sosial.

"Karena termasuk orang telantar, maka kami amankan, untuk kemudian diserahkan ke Dinas Sosial. Untuk kelanjutan akan dipulangkan dan sementara dititipkan di rumah singgah. Kami serahkan sepenuhnya ke Dinas Sosial," ucap Farida. (*/rdh/rsh/k16)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pak Djarot, Gema Takbir bukan Mengusir


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
ISIS   Masjid   Waras  

Terpopuler