Prihatin Polisi Tangkap Aktivis Atas Laporan Setya Novanto

Kamis, 13 November 2014 – 02:17 WIB
Ketua Setara Institute, Hendardi. Foto: dok/Fajar-JPNN

JAKARTA - Langkah Ketua DPR RI Setya Novanto mengunjungi dua aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang ditahan Kepolisian Resor Jakarta Selatan, Selasa (11/11) kemarin, mengundang keprihatinan dari Ketua Setara Institute, Hendardi.
 
Pasalnya, penangkapan sebelumnya dilakukan kepolisian setelah politikus Partai Golkar tersebut, melapor karena merasa perbuatan para aktivis cenderung mengarah pada fitnah terhadap dirinya.
 
“Kondisi ini patut kita pertanyakan. Apa kasusnya (penangkapan), kapan terjadinya dan apa dasar polisi melakukan penahanan. Kalau hanya berdemo dan kemudian disebut memfitnah, fitnah yang seperti apa,” katanya di Jakarta, Rabu (12/11).
 
Hendardi menegaskan, berunjukrasa merupakan hak konstitusi setiap warga negara. Apalagi orang yang didemo merupakan anggota dewan yang bertugas mewakili kepentingan masyarakat banyak.
 
“Polisi tidak dapat main kuasa menangkap dan menahan mahasiswa. Itu terkesan menjadi alat pemerintah dan penabuh gendang goyang politik Setya Novanto. Demo adalah hak konstitusional warganegara,” katanya.
 
Untuk itu Hendardi meminta polisi membuka secara terang benderang permasalahan yang ada. "Agar jangan sampai muncul anggapan polisi hanya dipakai sebagai pencitraan Setya Novanto, agar tampak baik dan bersih di mata publik sekaligus menakut-nakuti aktivis anti korupsi menyuarakan ketidakbenaran," pungkasnya. (gir/jpnn)

 

BACA JUGA: KPK Janji Validasi Keterangan Zulkifli

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anggap Pengawalan Mobil Pejabat Langgar Hak Warga


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler