Produk Berkonsep Pengurangan Risiko Bantu Meminimalisir Bahaya Lingkungan dan Kesehatan

Rabu, 11 November 2020 – 21:40 WIB
Tembakau kering yang menjadi bahan baku rokok. Foto/ilustrasi: Ara Antoni/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Produk hasil pengembangan inovasi dan teknologi yang menerapkan konsep pengurangan risiko (harm reduction) sudah marak di Indonesia. 

Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (Ariyo Bimmo) menuturkan kehadiran produk-produk tersebut untuk membantu masyarakat mengurangi bahaya terhadap lingkungan maupun kesehatan.

BACA JUGA: Indonesia Dinilai Perlu Terapkan Metode Pengurangan Risiko untuk Dukung Kesehatan Publik

“Mobil listrik mengurangi polusi dan hemat bahan bakar berarti baik buat lingkungan secara umum. Kemudian masih ada energi terbarukan dan hal yang cukup baru adalah produk penghantar nikotin,” kata Bimmo dalam seminar 'Metode Pengurangan Bahaya untuk Mendukung Kesehatan Publik' pada Jumat (6/11).

Terkait dengan inovasi untuk pengurangan risiko tembakau, Bimmo melanjutkan produk penghantar nikotin banyak ragamnya. Mulai dari nicotine replacement therapy, dan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik, snus, hingga produk tembakau yang dipanaskan.

BACA JUGA: Wanita di Video Begituan Mirip Gisel Diduga Sedang Mabuk

“Tujuan hadirnya produk-produk ini untuk meminimalkan dampak bagi kesehatan terkait dengan penggunaan produk tembakau. Riset-riset terhadap produk ini sudah ada dari berbagai belahan dunia dan dikeluarkan oleh pihak yang independent dan kredibel,” ucap dia.

Salah satu contoh riset yang dipaparkan Bimmo adalah kajian ilmiah dari Public Health England, divisi dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris pada 2018 lalu.

BACA JUGA: Perangi Hoaks tentang Produk Tembakau Alternatif, Hasil Riset Harus Terus Disampaikan

Dalam riset yang berjudul “Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018”, dinyatakan bahwa produk tembakau alternatif lebih rendah risikonya hingga 95% dibandingkan rokok konvensional.

“Inggris sudah menyatakan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik serta produk tembakau dipanaskan, lebih rendah risikonya hingga 95% dan sudah diterapkan oleh pemerintahnya menjadi suatu kebijakan,” terang pengamat hukum ini.

Nah agar perokok sepenuhnya mau beralih ke produk tembakau alternatif, Bimmo menambahkan, pemerintah perlu menciptakan regulasi khusus yang dilandaskan oleh kajian maupun hasil riset. Hal ini sekaligus untuk menciptakan perlindungan bagi konsumen.

“Jadi di regulasi jelas mengatur siapa yang boleh beli dan jual. Sekarang karena tidak jelas anak-anak boleh beli, padahal itu salah kaprah,” tandas Bimmo.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler