Produksi Padi dan Jagung di Banten Sangat Luar Biasa, Ini Buktinya

Selasa, 05 Desember 2023 – 14:23 WIB
Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Sumber Bawang, Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten sebagai upaya khusus percepatan peningkatan produksi melalui optimalisasi dan usulan anggaran belanja tambahan 2023, Minggu (12/11). Foto: Kementan

jpnn.com, SERANG - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Sumber Bawang di Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten.

Kunjungan kerja ini bertujuan mempercepat peningkatan produksi tahun ini melalui optimalisasi dan usulan anggaran belanja tambahan (ABT) 2023, Minggu (12/11).

BACA JUGA: Petani dan Penyuluh Siap Tingkatkan Produksi di Musim Rendeng 2024

Dalam kunjungan kerja tersebut, Dedi didampingi Kabid Tanaman Pangan Provinsi Banten dan penyuluh pertanian setempat.

Dedi mengatakan potensi padi dan jagung di Provinsi Banten sangat luar biasa. Bulan November dan Desember 2023 akan melakukan penanaman padi 130-140 ribu hektare.

BACA JUGA: Berikut Identitas 7 Pendaki Korban Erupsi Gunung Marapi, 3 Orang Meninggal

“Kementan akan melakukan konsolidasi kepada penyuluh dalam pendampingan penyuluhan kepada petani. Musim rendeng 2023/2024 untuk lebih sukses. Untuk tercapainya target yang diinginkan peran penyuluh yang ada untuk malakukan pendampingan dalam benih, pupuk serta pengetahuan teknologi pertanian,” kata Dedi.

Dia sangat berharap agar para penyuluh di Banten terus berupaya meningkatkan produksi padi dengan mendorong gerakan daerah serentak memperluas areal tanam padi, menyediakan infrastruktur pertanian memadai, dan menggunakan bibit bermutu untuk mendukung ketahanan pangan di daerah ini.

BACA JUGA: Stafsus Presiden Jokowi: Jangan Lupa Pilih Pak Ganjar, Ya

Dedi juga mengimbau kepada penyuluh pertanian untuk memberikan bentuk perlindungan kepada para petani, melalui perjanjian antara petani dan pihak perusahaan asuransi untuk mengikatkan diri dalam pertanggungan risiko usaha tani, khususnya padi.

"Inovasi teknologi dapat diimplementasikan oleh penyuluh. Contohnya dengan merancang alat pertanian inovatif yang ditenagai oleh listrik dan kecerdasan buatan (AI), mesin pertanian yang menggunakan tenaga listrik, seperti traktor otonom yang ditenagai oleh panel surya," kata dia.

"Pengalihan inovasi ini sangat penting untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian di Indonesia," kata Dedi. (rhs/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Blak-blakan Eks Ketua KPK: Jokowi Pernah Berteriak Agar Kasus Setnov Dihentikan


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
padi   Jagung   Banten   pertanian  

Terpopuler