Produksi Padi Nasional Naik 2,5 Persen

Rabu, 31 Januari 2018 – 06:07 WIB
Panen padi. Foto: for JPNN.com

jpnn.com, BANYUASIN - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mendapat penjelasan bahwa stok beras nasional surplus saat mengikuti panen raya di Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (29/1).

“Sesuai data yang ada sekarang, Indonesia sedang surplus sehingga ini harus menjadi pertimbangan Pak Presiden untuk dilanjutkan atau tidak persoalan impor ini,” kata Moeldoko, Selasa (30/1).

BACA JUGA: Awas, Harga Beras Bisa Terjun Bebas!

Mantan Panglima TNI ini juga tidak mau masalah impor disebut sebagai pemicu turunnya harga padi dari petani. Padahal, harga turun dikarenakan panen raya.

“Nanti pandangan orang, “oh, ini gara impor harga padi turun”. Jangan sampai presiden jadi korban dari sebuah situasi. Ini nanti yang akan disampaikan ke Pak Presiden,” tegas dia.

BACA JUGA: Mentan Harap Bulog Serap 2,2 juta Ton Beras sampai Juni

Ketika ditanya apakah dengan surplus itu pemerintah akan membatalkan impor, Moeldoko tak bisa memastikannya.

“Mungkin ditunda atau bagaimana caranya nanti,” tambah Moeldoko.

BACA JUGA: Ketua Gapoktan Anggap Mendag Bahagiakan Petani Thailand

Sementara itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo menjelaskan, angka produksi padi nasional pada 2017 mencapai 81.382.451 ton.

Menurut dia, angka itu naik 2,56 persen dibanding produksi 2016 sebesar 79.354.767 ton.

"Hal ini tentu sangat menggembirakan kita semua. Indonesia memiliki lahan pertanian dan produksi padi yang besar," kata Bamsoet.

Bamsoet meminta Komisi IV dan Komisi VI mengkaji kebijakan impor beras, khususnya dari Vietnam.

Menurut dia, harus dicarikan solusi agar jangan sampai ada impor di tengah panen raya.

"Tugas kita bersama pemerintahan Jokowi-JK adalah menjaga agar harga gabah petani tidak jatuh jauh di bawah Rp 5.000 per kg dan harga beras sebagai bahan pokok utama tidak jauh di atas Rp 8.000 per kg agar terjangkau oleh masyarakat menengah-bawah," terangnya.

Sementara itu, Zulkifli Hasan mengutarakan sikapnya menolak rencana impor beras.

Menurut dia, yang harus dilakukan justru memuliakan dan menyejahterakan petani dengan membeli dan konsumsi beras dalam negeri.

Dia mengingatkan jangan sampai beras impor justru membanjiri pasar saat petani panen raya.

Meski demikian, ketua umum PAN ini mendukung upaya terus-menerus yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan jajarannya dalam upaya menyejahterakan petani. 

"Kami semua dukung Presiden agar sukses. Kalau impor beras, harga murah, rakyat sengsara. Kasihan, Pak Presiden. Saya yakin beliau tak ingin petani sengsara. Kalau perlu, malah sebaliknya, kita ekspor beras. Saya yakin kualitas beras dalam negeri jauh lebih baik," kata Zulkifli. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Presiden Ingin Petani Jual Hasil Panen Dalam Bentuk Beras


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
produksi padi   padi   beras  

Terpopuler