Produsen MPV Harus Makin Kreatif

Senin, 22 September 2014 – 07:01 WIB
Produsen MPV harus makin kreatif untuk bersaing dengan kehadiran mobil murah. Foto: Dok Jawa Pos

jpnn.com - JAKARTA - Produsen mobil MPV (multi purpose vehicle) dituntut untuk makin kreatif dan inovatif agar konsumen tidak jenuh dengan bentuk yang sama dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi pasar MPV belakangan tergerus kehadiran mobil murah LCGC (low cost green car).

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto mengatakan, pasar MPV masih sangat potensial untuk digarap. Sebab, masyarakat umumnya butuh kendaraan yang mampu mengangkut banyak penumpang. Pilihannya tentu hanya mobil MPV yang bisa menampung 7-8 penumpang. Tak heran mobil MPV banyak sekali ditemui di jalanan Indonesia.

BACA JUGA: Kenaikan Tarif Batas Atas Pesawat Segera Ditetapkan

"Sudah bertahun-tahun MPV mendominasi pasar, diatas 50 persen dari total penjualan mobil nasional," kata Jongkie, kemarin (21/9).

Dia berharap pasar mobil low MPV yang harganya relatif sama tidak terganggu dengan kehadiran LCGC. Untuk itu produsen mobil low MPV harus lebih kreatif dengan melakukan perombakan minor (facelift) agar konsumen tidak bosan. Produsen juga bisa menyasar pasar medium-high MPV yang harganya masih terpaut jauh dari LCGC.

BACA JUGA: Dorong Petani dan Nelayan Manfaatkan Teknologi Berpaten

"Pasar MPV masih berpeluang besar, tapi produsen harus lebih kreatif supaya konsumen tidak jenuh," tambahnya.

Seperti yang dilakukan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dengan mengenalkan versi facelift salah satu kendaraan MPV-nya, APV. Mobil ini pertama kali diluncurkan di Indonesia pada 2004, kemudian dikembangkan varian Luxury yang dipasarkan pada 2009. Kini, Suzuki kembali membuat kejutan dengan memunculkan APV New Luxury dengan perubahan interior dan eksterior.

BACA JUGA: Produksi Padi Jatim Aman dari Gagal Panen

"Kita buat versi yang lebih mewah," kata 4W Sales, Marketing & DND Director PT SIS Davy J. Tuilan.

Sisi eksterior APV Luxury mendapat beberapa penyegaran meliputi front bumper, rear bumper, side skirt, dan rear upper spoiler. Untuk mempertegas kemewahannya, APV Luxury juga mendapat tambahan berupa ornamen chrome front grille, back door with chrome, engine hood with chrome serta emblem ecodome luxury di samping kiri, kanan dan belakang.

"Kami menargetkan APV New Luxury ini terjual 300 unit perbulan, atau 30 persen dari total sales APV," tegasnya.

Sementara itu PT Mazda Motor Indonesia (MMI) justru mencoba merangsang pasar medium MPV dengan meluncurkan New Mazda Biante, yang merupakan facelift dari produk andalan mereka, Mazda Biante.

"Kesejahteraan masyarakat Indonesia meningkat pesat, jadi banyak yang ingin memiliki mobil setingkat lebih tinggi di atas versi sebelumnya," ujar Presdir PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Keizo Okue.

Dari penampilan New Mazda Biante ditemukan beberapa perubahan seperti penggunaan cat titanium flash exterior colour, penambahan under and rear spoiler, jok kulit yang lebih eklusif, dan finishing pelek yang berbeda. Supaya lebih ekslusif, mobil teranyar dari Suzuki ini sengaja dibuat secara terbatas (limited edition) untuk pasar Indonesia.

"Untuk pasar Indonesia hanya sediakan 50 unit, itulah mengapa mobil ini akan menjadi spesial dan ekslusif bagi pemakai," jelasnya. (wir/agm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Daya Beli Emas Masih Tinggi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler