Prof Eddy Hiariej Berani Ungkap Identitas Hakim Saldi Isra, Hahaha

Sabtu, 22 Juni 2019 – 08:56 WIB
Hakim Konstitusi Saldi Isra saat sidang sengketa hasil Pilpres 2019. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Suasana rileks mendominasi ruang sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (21/6).

Suasana cair terasa di sidang kali ini dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dan ahli pihak terkait.

BACA JUGA: Sidang di MK Melelahkan, Ada yang Siapkan Tisu, Tim Pijat Didatangkan ke Hotel, Hehehe

Momen itu terjadi ketika Hakim MK Saldi Isra berbicara setelah perdebatan hangat di antara pihak yang terlibat di dalam sidang sengketa hasil Pilpres.

Menurut Saldi, sidang sengketa hasil Pilpres 2019 menjadi semacam panggung bagi alumni Studi Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

BACA JUGA: Tim Hukum Berjuang di MK, Prabowo Pergi Lagi ke Mancanegara

"Kalau dilihat perdebatan tadi, sepertinya jadi perdebatan, panggung orang-orang UGM sebetulnya," ucap Saldi membuka pembicaraan di persidangan, Jumat.

BACA JUGA: Sidang di MK Melelahkan, Ada yang Siapkan Tisu, Tim Pijat Didatangkan ke Hotel, Hehehe

BACA JUGA: Respons Santai dari Prof Eddy saat Dicecar BW soal Buku dan Tulisannya dalam Sidang MK

Setidaknya, kata dia, terdapat enam alumni UGM yang berlakon di dalam "panggung" sengketa hasil Pilpres 2019, Jumat. Tiga di antaranya berasal dari anggota tim kuasa hukum paslon 02 Denny Indrayana, Iwan Satriawan, dan Lutfhi Yazid.

Sementara dua lainnya tercatat sebagai ahli tim kuasa hukum paslon 01 Edward Omar Sharif Hiariej dan Heru Widodo.

"Satu lagi, ada Profesor Enny (Hakim MK Enny Nurbaningsih), itu yang keenam," ujar Saldi.

Setelah itu, perdebatan sidang sengketa hasil Pilpres berlanjut. Pihak yang terlibat dalam persidangan, kembali menyampaikan pendapatnya.
Prof Eddy Hiariej yang dihadirkan tim kuasa hukum Jokowi – Ma’ruf sebagai ahli, sebelum menjawab pertanyaan bahkan sempat menimpali masalah alumni UGM ini.

Pemilik nama lengkap Edward Omar Sharif Hiariej itu menyebut Hakim Konstitusi Saldi Isra "menyembunyikan" identitasnya. Jadi, menurutnya, jumlah alumni Fakultas Hukum di situ bukan enam, melainkan tujuh.

“Yang Mulia Prof Saldi Isra juga alumni Hukum UGM,” ujar mantan aktivis mahasiswa itu. Diketahui, Saldi Isra meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Pascasarjana UGM, tamat 2009.

Masalah peralumnian masih berlanjut. Ketua MK Anwar Usman pun ikut “terpancing”.

Menurut Anwar, dirinya dan Wakil Ketua MK Aswanto merupakan alumni UGM. Hanya saja, Hakim MK Saldi Isra luput menyebut nama keduanya sebagai lulusan UGM.

"Saya sama Pak Wakil merasa sedih. Saya sama Yang Mulia pak wakil, tidak diakui. Bagaimana ceritanya? kami juga kan alumni," ucap Anwar berkelakar.

BACA JUGA: Yusril Anggap Ini Masalah Serius, Tunggu Konsultasi dengan Jokowi

Setelah itu, Anwar pun menutup sidang sengketa hasil Pilpres 2019 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dan ahli pihak terkait. Sidang selanjutnya, akan ditentukan rapat musyawarah di antara Hakim MK. (mg10/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Soal Rencana Aksi 22 Juta Massa di MK, Hamdan Zoelva: Halalbilhalal di Rumah Saja


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler