Profil Luis Milla, Nakhoda Anyar Persib yang Pernah Sukses Tangani Timnas U-21 Spanyol

Jumat, 19 Agustus 2022 – 23:37 WIB
Luis Milla (kanan depan). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Luis Milla sudah resmi menjadi pelatih Persib Bandung per Jumat (19/8). Bagaimana profil Luis Milla, mantan pelatih Timnas Indonesia yang diberi kontrak semusim di maung Bandung?

Luis Milla dipilih oleh Persib karena dianggap pemain yang sudah kenyang pengalaman saat menjadi pemain sampai menjadi pelatih.

BACA JUGA: Santri Dibakar Hidup-Hidup, Kondisinya Mengenaskan, Tak Disangka Pelaku Ternyata

Luis Milla memang saat masih berkarier jadi pemain, pernah membela dua klub menterang di Spanyol, yakni Real Madrid dan Barcelona.

Bukan itu saja, Milla yang berposisi gelandang semasa bermain itu juga pernah memperkuat Valencia. Mental juara, pengalaman juara, dan moncernya karier itu terbukti dengan delapan trofi yang didapatkan olehnya.

BACA JUGA: Agung Saputra Lapor Polisi jadi Korban Begal, Eh Malah Ditangkap, Oh Ternyata

Empat trofi diraih bersama Madrid, tiga saat membela Barcelona, dan satu lagi di Valencia. Artinya, selalu ada prestasi di klub yang dibela oleh Luis Milla.

Milla sendiri sudah pensiun dair lapangan hijau sejak 2001 lalu. Seusai gantung sepatu, Milla kemudian memulai karier menjadi pelatih. Karier kepelatihannya diawali dengan UD Puzol pada 2006. Tim yang masih tergolong amatir, karena tampil di kompetisi kasta kesembilan Spanyol.

BACA JUGA: Jawaban Komjen Agung ke Kompolnas Soal Uang Rp 900 Miliar di Rumah Ferdy Sambo, Hmmm

Setelah itu, Luis Milla mendapatkan kesempatan selama dua musim, dari 2007 sampai 2008, bersama Getafe. Dia ditunjuk jadi asisten pelatih dari Michael Laudrup di Getafe.

Dari Getafe, dia kemudian dipercaya menangani Timnas Spanyol U-20 dan U-19 pada akhir 2008. Tangan dinginnya membawa Spanyol menembus partai final Piala Eropa U-19 2010. Sayang, piala tak bisa direngkuh karena Timnas U-19 Spanyol kalah tipis 2-1 dari Prancis.

Kegagalan Luis Milla memberikan gelar juara tak menjadikan kariernya meredup. Performa gemilang dan permainan yang apik, membawa Milla membesut Timnas U-21 Spanyol.

Dia pun menuntaskan tugasnya dan membawa Spanyol U-21 juara Piala Eropa U-21 pada 2011.

Setelah itu, dia menitit karier bersama klub profesional sebagai pelatih kepala. Masuk 2012, Luis Milla melatih Al Jazira (uni Emirat Arab). Namun, di sana dia bertahan selama delapan bulan.

Setelah itu, dia mengisi kesibukan dengan tidak menjadi pelatih. Luis Milla baru menjadi pelatih klub lagi pada 2015. Dia melatih Lugo, Klub Divisi II Spanyol.

Performa apiknya di tim tersebut membuat Luis Milla didapuk untuk melatih Real Zaragoza setahun kemudian. Sayang, dia tak lama melatih Zaragoza, hanya sekitar empat bulan.

Setelah itu, dia dipercaya menangani Timnas U-23 Indonesia dan senior mulai 2017 sampai akhir 2018. Meski bisa memberikan perubahan dalam warna permainan Indonesia, dia belum mampu memberikan trofi juara.

Saat menangani Indonesia, Milla prestasi terbaiknya hanya meraih medali perak SEA Games 2017 bersama timnas U-23. Di Asian Games, Milla hanya mengantarkan Skuad Garuda menembus babak perdelapan final.

Setelah tak melatih secara resmi beberapa tahun akibat adanya pandemi covid-19, kini Luis Milla kembali dipercaya melatih. Persib Bandung menjadi pelabuhannya.

BACA JUGA: Kasus Kematian Brigadir J Ditangani Bareskrim, IPW Tegas Bilang Begini, Singgung Kapolri

Mampukah Luis Milla menunjukkan prestasi selama satu tahun kontrak dengan Maung Bandung? kita tunggu bersama. (dkk/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler