Profil Muhaimin Iskandar: Dari Madrasah, Sosok Toleran yang Terus Bergerak

Minggu, 06 Oktober 2019 – 09:02 WIB
Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Foto: Humas MPR

jpnn.com, JAKARTA - Inilah profil Muhaimin Iskandar, yang saat ini menduduki jabatan sebagai wakil ketua DPR periode 2019-2024.

Nama Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu sebelumnya sempat ramai di bursa calon Ketua MPR periode 2019-2024. Namun sepertinya dimanika politik bergerak cepat.

BACA JUGA: Profil Zulkifli Hasan: Pernah PNS, Bos Sejumlah Perusahaan, Kini Wakil Ketua MPR

Karier politik pria yang akrab disapa Cak Imin itu terbilang cukup rapi. Berawal dari aktivis, kemudian menjadi pengurus partai, dan selanjutnya sempat menjadi anggota dewan bahkan pernah menjabat menteri.

Sosok Cak Imin berdasarkan data patut dijadikan panutan baik bagi kader PKB maupun sebagian warga Nahdlatul Ulama (NU) atau nahdliyin.

BACA JUGA: Profil Syarief Hasan: Tangan Kanan SBY yang Kini jadi Wakil Ketua MPR

Pria asal Jombang ini memiliki hubungan dekat dengan Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Gus Dur merupakan paman dari Cak Imin.

Lahir di Jombang, Jawa Timur 24 September 1966, Cak Imin memiliki karakter ketokohan yang kuat di PKB.

BACA JUGA: Profil Jazilul Fawaid: 6 Tahun di Pesantren, Kini Wakil Ketua MPR

Muhaimin Iskandar dikenal sebagai sosok yang toleran dan mampu beradaptasi dan berkoalisi dengan siapa saja, asal sejalan dengan PKB.

Ayah dari Cak Imin adalah Muhammad Iskandar, guru di Pondok Pesantren Manbaul Ma'arif, Jombang, Jawa Timur. Pandangan sosok ayahnya nampaknya cukup kuat mempengaruhi pandangan politik Cak Imin.

Cak Imin, merupakan tamatan pendidikan Madrasah Tsanawiyah Negeri Jombang dan Madrasah Aliyah Negeri I Yogyakarta.

Lulus dari Madrasah Aliyah Negeri tahun 1985, Cak Imin kemudian melanjutkan pendidikan sarjananya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan selesai pada usia 26 tahun.

Muhaimin Iskandar kemudian melanjutkan kuliah untuk meraih gelar master 10 tahun kemudian di Universitas Indonesia (UI) bidang komunikasi dan lulus pada tahun 2001.

Semasa kuliah, Cak Imin dalam beberapa kesempatan sering terlibat aktif dalam diskusi-diskusi serta pergerakan mahasiswa Islam.

Suami dari Rustini Martdho ini kemudian bergabung dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan terpilih menjadi ketua cabang PMII Yogyakarta pada 1994-1997. Selain itu, Cak Imin juga aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Sepak terjang Cak Imin semakin menggeliat, karier politiknya turut menggebu seiring lahirnya era Reformasi. Ia bersama tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama termasuk Abdurrahman Wahid mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Cak Imin sendiri ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB.

Bapak dari tiga orang anak ini maju sebagai caleg di Pemilu 1999 dan terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), pada usia 33 tahun. Cak Imin juga pernah menjadi Wakil Ketua DPR RI periode 1999-2004. Cak Imin termasuk pimpinan termuda di DPR yang pernah ada saat itu.

Pada Pemilu 2004, Cak Imin terpilih kembali menjadi anggota DPR dan kembali menjadi Wakil Ketua DPR RI periode 2004-2009. Bahkan pada pemilu berikutnya, Cak Imin kembali terpilih menjadi anggota DPR periode 2009-2014.

Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyo (SBY), Muhaimin Iskandar untuk dipercaya menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) 2009-2014.

Di penghujung 2014, secara aklamasi Cak Imin kembali terpilih menjadi Ketua Umum DPP PKB. Muhaimin Iskandar juga menduduki kursi wakil ketua MPR (Maret 2018-Oktober 2019).

Sebelum pelantikan pimpinan DPR kali ini PKB sempat memunculkan nama Jazilul Fawaid untuk duduk sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024, tetapi PKB akhirnya memutuskan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang menduduki posisi itu. (Antara/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler