Program ALS Micromine Siapkan Tenaga Terampil di Bidang Pertambangan

Sabtu, 04 Mei 2019 – 18:29 WIB
Micromine gelar Program Academic License Scheme (ALS). Foto: Istimewa for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Micromine kembali menggelar program Academic License Scheme (ALS), yang bertujuan menyiapkan sumber daya terampil di bidang pertambangan. Program ini mengintegrasikan kerja sama dengan organisasi profesi, akademisi, industri dan pemerintah.

"Misi program ALS adalah menyiapkan talenta muda di Indonesia dalam bidang pertambangan, program ALS ini sendiri merupakan bentuk program sosial," kata Sahrul Hidayat Regional Manager Micromine saat MoU ALS dengan Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) di Jakarta, Sabtu (4/5).

BACA JUGA: MICROMINE Competition 2019 Diikuti 50 Mahasiswa Pertambangan

Dijelaskan Sahrul, Indonesia memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan software Micromine, khususnya dalam bidang pertambangan. Kantor cabang Micromine di Indonesia membawahi sektor regional di Asia Tenggara. Diharapkan ke depan, talen – talen muda Indonesia bisa menerima obor estafet ini dan melanjutkan pengembangan Micromine.

"Kerja sama ini untuk menyiapkan insan-insan pekerja tambang untuk bisa memanfaatkan teknologi dalam memberikan kemudahan pertambangan di masa depan nanti. MGEI melalui divisi Pengembangan Profesi memiliki visi untuk bisa memberikan ilmu praktis dalam pengolahan software selain ilmu dasar geologi seperti pemetaan," beber Sahrul.

BACA JUGA: Warga Demo Besar – besaran saat Tambang di Lereng Gunung Lawu dan Wilis Ditutup

BACA JUGA: Nasir Dorong Perguruan Tinggi PBNU Buka Fakultas Kedokteran

Dikatakan, dalam kerja sama tersebut Micromine berkomitmen memberikan 50 dongle software Micromine. Di mana tiap dongle nya memilki harga investasi hingga ratusan juta rupiah untuk keperluan pengembangan akademik di Indonesia.

BACA JUGA: Kesempatan Berbagi Pengalaman Gunakan Software MICROMINE

Sedangkan STJ Budi Santoso Ketua MGEI mengatakan, perkembangan teknologi di bidang tambang sangat membantu industri di Indonesia. Masa depan tambang masih terjamin dengan penggalian bahan untuk keperluan beberapa industri.

“Ke depan pertambangan masih “eksis” dengan adanya demand baru terhadap metal, seperti nikel dan kobalt. Nikel dan kobalt digunakan sebagai bahan baku dari pembuatan bahan-bahan elektronik seperti baterai, campuran stainless, dan lain-lain,” jelasnya.

Dengan program ALS diharapkan mahasiswa bisa memiliki persiapan lebih baik lagi untuk pengoperasian software tambang. Langkah pengintegrasian software Micromine ini juga diharapkan dapat menyiptakan spirit mutual benefit. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertambangan Nonmigas Membaik, Perekonomian Kaltim Tancap Gas


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler