Program PLEK Bantu Rumah Tangga Petani Kelola Keuangan

Selasa, 14 September 2021 – 12:46 WIB
Petani di Kabupaten Bima, NTB, mengikuti kegiatan Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK). Foto: Humas Kementan

jpnn.com, BIMA - Sebanyak 114 orang peserta yang berasal dari 74 rumah tangga petani Program IPDMIP di Kabupaten Bima, NTB, mengikuti kegiatan Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK). Kegiatan berlangsung 7-8 September 2021.

Kepala Seksi Pembinaan Kelembagaan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima Basri menjelaskan bahwa kegiatan PLEK dilaksanakan di enam lokasi, yaitu di BPP Kecamatan Lambu, Sape, Madapangga, Bolo, Wera dan Palibelo. Adapun target peserta PLEK di Kabupaten Bima tahun 2021 sebanyak 168 orang yang berasal dari 84 rumah tangga petani.

BACA JUGA: Malam-Malam Prajurit TNI Bersenjata Kepung Land Cruiser, Tegang, Sopir Melarikan Diri

Sebanyak 54 orang (27 rumah tangga) di antaranya telah mengikuti kegiatan PLEK di Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan Propinsi NTB 19–21 Agustus 2021.

“Fasilitator kegiatan ini adalah para penyuluh yang telah memperoleh pelatihan PLEK yang difasilitasi Program IPDMIP BPPSDMP Kementerian Pertanian,” ujar Basri melalui keterangan tertulisnya, Selasa (14/9).

BACA JUGA: Proyek IPDMIP Sukses Bikin Petani Mesuji Panen Penangkaran Benih

Kepala BPP Kecamatan Bolo Ibrahim menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan PLEK ini.

Menurutnya, kegiatan PLEK sangat penting untuk mengedukasi para petani tentang pengelolaan keuangan usaha tani tingkat rumah tangga, juga sangat bermanfaat dalam mendukung pencapaian indikator kinerja penyuluh, khususnya terkait dengan percepatan proses diseminasi informasi kepada para petani.

BACA JUGA: Begini Cara Komplotan RS Merampok ATM BRI, Mudah, Gondol Rp 775 Juta

“Terima kasih kepada Kementerian Pertanian yang telah memfasilitasi berbagai kegiatan yang mendukung upaya peningkatan kapasitas SDM para petani dan penyuluh, salah satunya melalui kegiatan PLEK Program IPDMIP ini,” tuturnya.

Salah seorang fasilitator PLEK Endang Mastari menjelaskan bahwa materi pokok yang disampaikan pada kegiatan PLEK tentang produk dan layanan keuangan di sektor pertanian, KUR dan Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP), pengelolaan usaha tani serta pengelolaan keuangan rumah tangga.

Endang menilai PLEK sangat strategis dalam upaya mengeduksi petani tentang pentingnya tata kelola keuangan usaha tani tingkat rumah tangga.

“Karena pada umumnya para petani belum terlalu memahami tentang bagaimana cara pengelolaan keuangan usaha tani secara baik, khususnya terkait dengan pencatatan aktivitas usaha tani,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan salah seorang peserta pelatihan, Muhtar. Pria 48 tahun itu menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan PLEK yang difasilitasi Program IPDMIP ini. Didampingi istrinya, Siti Sarah (46 tahun), warga berasal Poktan Mangge Kompo Desa Sanolo Kecamatan Bolo ini mengatakan, PLEK merupakan pelatihan model baru baginya, karena melibatkan pasangan suami istri rumah tangga petani sebagai peserta.

“Alhamdulillah, melalui kegiatan PLEK ini, saya bersama istri memperoleh tambahan pengetahuan baru tentang cara mengelola keuangan usahatani di tingkat rumah tangga” tuturnya penuh semangat.

Sama dengan Sarafiah (55 tahun), peserta dari unsur wanita tani yang berasal dari Poktan La Kalo Desa Monggo Kecamatan Madapangga. Diakuinya melalui Program IPDMIP, para petani tidak hanya difasilitasi dengan kegiatan Sekolah Lapang tentang teknik budidaya, tetapi dibekali pula dengan pengetahuan tentang bagaimana cara mengelola keuangan usahatani di tingkat rumah tangga melalui kegiatan Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan.

“Materi yang kami peroleh dari kegiatan PLEK ini, akan menjadi bekal dalam mengelola keuangan usahatani kami. Makin masif pelatihan seperti ini, pertanian kita semakin maju,” tutur Sarafiah didampingi suaminya Nurdin (57 tahun) penuh optimistis.

Pelaksanaan kegiatan PLEK ini selain disupervisi oleh unsur DPIU, KJF dan Konsultan Daerah IPDMIP Kabupaten Bima, juga melibatkan pihak NPIU Program IPDMIP.

Supervisi kegiatan PLEK di BPP Kecamatan Bolo dan Madapangga, perwakilan NPIU Program IPDMIP, Mugi Lestari menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan PLEK merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian dalam rangka meningkatkan pemahaman petani tentang pengelolaan keuangan usaha tani. Termasuk akses produk dan layanan keuangan pertanian dengan menggunakan pendekatan keluarga sebagai tim, di mana pesertanya merupakan pasangan suami istri.

"Kegiatan PLEK ini berlangsung sukses. Terlihat dari tingginya partisipasi dan keaktifan para peserta saat mengikuti kegiatan PLEK serta penguasaan dan teknik penyampaian materi oleh fasilitator yang sangat baik,” kata dia.

Sementara, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo optimistis kegiatan IPDMIP berjalan maksimal, dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat perdesaan, khususnya bagi petani dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan.

“Dengan IPDMIP, kita akan menggenjot produktivitas pertanian, khususnya di daerah irigasi. Diharapkan pendapatan petani naik sehingga kesejahteraan petani juga meningkat,” kata Mentan Syahrul.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi.

Menurutnya, IPDMIP harus berperan mendorong proses transformasi dari sistem pertanian tradisional menjadi modern. Untuk itu, SDM-nya harus digarap lebih dahulu.

"Mereka adalah petani, penyuluh, petani milenial melalui pelatihan,” kata Dedi.

Sistem pertanian tradisional, katanya, dicirikan oleh produktivitas yang rendah, penggunaan varietas lokal, dikerjakan secara manual atau dengan bantuan tenaga ternak. Sistem pertanian ini belum memanfaatkan mekanisasi pertanian serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Pertanian modern dicirikan masifnya varietas berdaya hasil tinggi, menerapkan mekanisasi dan pemanfaatan teknologi era industri 4.0,” kata Dedi. (rhs/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler