Program Prioritas Kemendikbud 2021 Menyasar Jalur Rempah dan Desa Budaya

Senin, 11 Januari 2021 – 23:36 WIB
Jalur Rempah Nusantara. Foto: Humas Ditjen Kebudayaan

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) menjadikan jalur rempah sebagai salah satu program prioritas pada 2021.

Fokus program dititikberatkan pada rekonstruksi jalur rempah untuk mendukung penetapannya sebagai world heritage.

BACA JUGA: Target Kemendikbud, Jalur Rempah jadi Warisan Dunia pada 2024

"Tahun 2020 fokus Kemendikbud pada pengenalan kembali jalur rempah dan pembuatan platform-platform pendukungnya. Tahun ini targetnya jalur rempah menjadi world heritage," kata Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hikmar Farid dalam taklimat media daring, Senin (11/1).

Kemendikbud juga menetapkan program prioritas kebudayaan lainnya di 2021. Di antaranya program desa pemajuan kebudayaan.

BACA JUGA: Jalur Rempah Menjadi Simpul Peradaban Bahari Nusantara

Program ini dimaksudkan untuk mengaktifkan ekosistem pemajuan kebudayaan masyarakat di desa dengan mengenali dan menarasikan potensi budaya desa berbasis budaya.

Juga bertujuan menggali potensi ekosistem budaya yang dimiliki desa dari sudut pandang masyarakat atau komunitas desa itu sendiri sebagai pemilik kebudayaannya sehingga bisa dimanfaatkan untuk menyejahterakan masyarakat desa itu sendiri. 

BACA JUGA: Kemendikbud: Pelatihan Bangkit 2021 Bisa Dikonversi Jadi SKS

Program berikutnya adalah pengembangan cagar budaya dan warisan budaya tak benda (WBTB). Di mana nantinya potensi dan kearifan lokal dari suatu daerah, mulai dari kawasan, penduduk sekitar hingga teknologi yang dimiliki cagar budaya maupun WBTB akan dikembangkan untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Selain itu, tahun ini Kemendikbud akan menyelenggarakan repatriasi (pengembalian kembali) sejumlah benda cagar budaya milik Indonesia yang selama ini berada di luar negeri. 

Lebih lanjut dikatakan Hilmar Farid, sepanjang tahun 2020 telah diberikan bantuan kepada 196 penerima (seniman dan budayawan) dari total 3.427 proposal yang masuk.

Untuk tahun ini, bantuan diberikan dalam berbagai program seperti media budaya, sebuah saluran yang dikhususkan untuk menayangkan konten-konten kebudayaan. 

Jika di tahun-tahun sebelumnya konten budaya tidak terpola dengan baik, maka melalui media budaya ini diharapkan terintegrasi menjadi suatu omnichannel dengan output media berbasis streaming maupun melalui sebuah laman (website). 

"Seluruh program prioritas Ditjen Kebudayaan di tahun 2021 ini, akan kembali diselenggarakan dengan mempertimbangkan situasi pandemi pada nantinya," pungkas Hilmar Farid. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler