Program TOSS Bupati Klungkung Patut Dicontoh Kepala Daerah Lainnya

Kamis, 28 Maret 2019 – 09:37 WIB
Bupati Klungkung Bali I Nyoman Suwirta saat menerima cenderamata yang diserahkan langsung Ketua STT PLN Supriadi Legono. Foto: Istimewa for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Bupati Klungkung Bali I Nyoman Suwirta sukses menjalankan program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) di daerahnya. Program ini merupakan kerja sama antara STT PLN serta Indonesia Power.

"Awalnya bukan perkara mudah dalam menjalankan TOSS ini, tapi saya optimistis dan yakin bahwa program ini bisa berjalan dengan sukses. Bahkan saat ini TOSS bisa menghasilkan prestasi dan dijadikan pembelajaran untuk kepala daerah lainnya dan akademisi yang sedang melakukan riset," kata Bupati Suwirta saat jadi pembicara dalam acara Electricity Forum 2019 yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Teknik (STT) Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Jakarta, Rabu (27/3).

BACA JUGA: Nuklir Bukan Solusi Terbaik Sumber Energi

TOSS merupakan program olah sampah menjadi energi alternatif. Pada proses pengolahannya TOSS melakukan beberapa tahap. Suwirta menjelaskan, proses pertama yang dilakukan adalah pengumpulan sampah, peuyeumisasi dan briketisasi.

Peuyeumisasi adalah teknik mengubah sampah menjadi gas menggunakan alat bio aktivator. Kemudian gas tersebut digunakan sebagai bahan bakar menggerakkan generator untuk memproduksi listrik. Sementara briketiasi adalah teknik mengubah sampah menjadi bahan bakar briket.

BACA JUGA: Para Bupati Dukung Larangan Iklan dan Sponsor Rokok

BACA JUGA: Ganti Rugi Lahan Tol Malang – Pandaan, Warga Minta Rp 25 Juta per Meter

Bersama program TOSS Bupati Klungkung juga ingin mengembangkan riset-riset mahasiswa agar tidak menjadi sekedar jurnal riset.

BACA JUGA: PT MBI Lirik Energi Alternatif

“Kami mendukung kerja sama dengan perguruan tinggi, karena saya tidak mau penelitian akademisi menjadi jurnal atau sekadar riset saja dan tidak keluar untuk diaplikasikan. Saya ingin penelitian di perguruan tinggi itu menjadi eksekutor dan kami selaku pemerintah bisa menjadi fasilitator," tambah Bupati Suwirta.

Bupati berharap dengan program TOSS ini bisa menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan sampah. Pemerintah pusat juga bisa menginventarisir untuk program-program skala nasional lainnya. Ini agar program seperti TOSS ini tidak hanya menjadi usaha lokal tapi bisa menjadi skala nasional.

"Jadi harus ada tekanan kepada kepala daerah dalam menangani permasalahan soal sampah, karena persoalan sampah ini tidak hanya di Klungkung," ujar Bupati Suwirta.

Sekretaris Perusahaan STT PLN sekaligus Projek Manajer TOSS di Bali dan Nusa Tenggara, Arif Noer Hidayat memberikan apresiasi kepada Bupati Klungkung yang telah mendukung riset pengolahan sampah TOSS.

“Ini merupakan karya anak bangsa yang perlu diimplementasikan dan sangat mudah dilakukan masyarakat Indonesia. Kami juga saling mendukung dengan Bupati Klungkung. Apa yang dilakukan Bupati Suwirta patut dicontoh kepala daerah lain yakni dengan menerima kami sebagai akademisi inovator dan merangkul anak muda Indonesia," beber Arif.

Pada kesempatan sama,, Dirjenatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Jumain Appe, sangat mendukung program penelitian dan inovasi yang dilakukan untuk mencari energi terbarukan. Salah satunya sampah yang menjadi energi. Penelitian seperti ini, lanjut Jumain, memang banyak dilakukan dan tumbuh berbagai teknologi baru oleh berbagai inovator.

Namun bagaimana Inovasi bisa berkembang, harus dilakukan kerja sama baik pemerintah sebagai fasilitator.

“Semoga kedepannya Kemenristekdikti bisa bekerja sama dengan Kabupaten Klungkung, STT PLN dan PT. Indonesia power karena kita tidak bisa jalan sendirian, kita harus buat konsorsium," tutup Jumain. (esy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kadin Negros Oriental Tawarkan Kerja Sama ke Kadin DKI


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler