Prospek Partai Gelora menurut Syamsuddin Haris

Sabtu, 09 November 2019 – 10:13 WIB
Fahri Hamzah, salah satu tokoh pendiri Partai Gelora. Ilustrasi Foto: Aristo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris memprediksi, sumber suara Partai Gelora Indonesia yang didirikan Fahri Hamzah hanya berasal dari segmen pemilih PKS.

Partai Gelora Indonesia belum bisa ikut mengusung calon di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

BACA JUGA: 5 Hal yang Perlu Dilakukan Partai Gelora agar Tidak Layu Sebelum Berkembang

Alasannya, karena Partai yang akan didirikan sempalan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta dan Fahri Hamzah itu tidak memiliki kursi perwakilan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

"(Partai) Gelora belum bisa ikut Pilkada karena enggak punya kursi di DPRD," kata Syamsuddin Haris lewat keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (8/11).

BACA JUGA: Partai Gelora Ancaman Serius Bagi PKS, Begini Penjelasannya

Dikatakan Syamsuddin Haris, Partai Gelora hanya mungkin menargetkan untuk menjadi peserta Pemilu 2024.

Namun, ia melihat sulit bagi partai baru itu meraih kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) karena tidak memiliki sumber suara lain selain dari PKS.

BACA JUGA: Anis Matta & Fahri Hamzah Bikin Gelora, Ini Analisis Kang Ujang soal Efeknya ke PKS

"Sebagai partai pecahan PKS, sumber suara Gelora ya dari segmen pemilih PKS juga," ujar Haris.

Sebelumnya, politikus PKS Haris Yuliana mengatakan akan tetap memberikan dukungan kandidat peserta Pilkada serentak 2020 kendati kini belum terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Bukan sebagai partai tapi sebagai organisasi," ujar Haris Yuliana.

Dia menjelaskan target ikut Pilkada 2020 itu karena banyak anggota partai tersebut yang potensial menjadi kepala daerah sehingga diyakini bisa menang dalam kontestasi tersebut.

Fahri Hamzah mengatakan, pembentukan Partai Gelora Indonesia itu merupakan permintaan dari para anggota Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) yang diinisiasinya bersama mantan Presiden PKS Anis Matta.

Pendirian Partai Gelora Indonesia itu sendiri diketahui kini masih dalam proses administrasi pengurusan badan hukum. (antara/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler