Protes Pimpinan NU soal Kerumunan Massa di DKI Jakarta, Keras

Kamis, 19 November 2020 – 08:45 WIB
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon KH. Aziz Hakim Syaerozie (kanan) saat memberikan surat kepada Satgas COVID-19 Nasional melalui Bupati Cirebon Imron di Cirebon, Rabu (18/11/2020). ANTARA/Khaerul Izan

jpnn.com, CIREBON - Pimpinan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat menyampaikan protes keras terkait pembiaran terjadinya kerumunan massa di DKI Jakarta beberapa hari lalu.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozie menuntut adanya keadilan kepada pemerintah dan Satgas Covid-19 Nasional dalam penerapan protokol kesehatan, terutama larangan bagi masyarakat untuk berkerumun di masa pandemi.

BACA JUGA: Irwan Mengaku Keteteran Menghadapi Massa FPI

"PCNU Kabupaten Cirebon menuntut adanya perlakukan aturan yang sama dalam penerapan protokol kesehatan, tidak boleh tajam di bawah tetapi tumpul di atas," kata Kiai Aziz Hakim Syaerozie di Cirebon, Kamis (19/11).

Kiai Aziz pun menyayangkan fenomena yang terjadi beberapa hari lalu seperti banyak orang di Jakarta berkerumun tetapi aparatur negara yang masuk dalam komponen Satgas Covid-19 tidak melakukan apa pun dengan adanya peristiwa tersebut.

BACA JUGA: Pekan Ini Ridwan Kamil Diperiksa Bareskrim Gara-gara Kerumunan Habib Rizieq di Megamendung

"Jangankan berikhtiar untuk membubarkannya, mengantisipasi saja agar tidak terjadi kerumunan massa juga sama sekali tidak dilakukannya dan bahkan terkesan membiarkan," tegas Kiai Aziz.

Padahal dalam berikhtiar menanggulangi wabah virus Corona, PCNU Kabupaten Cirebon secara aktif memberikan arahan-arahan dalam menerapkan protokol kesehatan, terlebih pada bulan Oktober yang lalu.

BACA JUGA: Nekat, Daerah Ini Mau Buka Sekolah Meski di Zona Merah Covid-19

Sebab, hampir di setiap sudut kampung warga NU dan pengurus NU dari tingkat cabang sampai ke tingkat ranting juga sibuk menyelenggarakan peringatan hari santri dan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Namun saat kami akan menggelar agenda besar terpaksa harus digagalkan karena adanya larangan dari Satgas Covid-19," ungkapnya.

Dia menyebutkan, dua agenda yang digagalkan itu yakni penyelenggaraan Maulid Nabi Muhammad dengan menghadirkan Habib Syaikh Ibn Abdul Qadir Assegaf yang dinilai berpotensi menghadirkan kerumunan masa dalam jumlah ribuan.

Begitu ketatnya aparatur negara di tingkat bawah, sangat tajam dan berimplikasi terhadap beban pengurus NU untuk juga memberikan pemahaman utuh tentang penyelenggaraan kegiatan di masa pandemi terhadap warganya.

Namun, kondisi berbeda justru terjadi di DKI Jakarta yang menjadi pusat kekuasaan. Ribuan orang berkumpul dan menimbulkan kerumunan.

"Kami dikejutkan oleh dibiarkannya ribuan orang berkerumun, dan ironisnya berada di pusat ibu kota sebagai salah satu kontributor terbesar penyebaran COVID-19," ucap Kiai Aziz.

Maka dari itu PCNU Kabupaten Cirebon menyurati Satgas Covid-19 Nasional agar dapat menerapkan hal yang sama dan berlaku adil kepada semua kalangan tanpa pandang bulu.(antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler