Psikolog Berikan Kiat agar Anak-anak Tidak Stres di Masa Pandemi Covid-19

Sabtu, 24 Oktober 2020 – 23:31 WIB
Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

jpnn.com, JAKARTA - Salah satu kelompok yang tertekan akibat pandemi Covid-19 ini ialah anak-anak usia dini.

Sebab, anak-anak yang biasanya bermain dengan teman-temannya di lingkungan rumah atau sekolah menjadi terbatas karena pandemi yang sudah berlangsung selama tujuh bulan ini.

BACA JUGA: Saran Satgas Covid-19 Untuk Penyelenggara Liga Sepak Bola

Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam mengajarkan anak beradaptasi.

Psikolog Anak dan Keluarga Sani Budiantini Hermawan mengatakan, anak-anak pasti stres dalam menghadapi situasi ini.

BACA JUGA: Penjelasan Ahli Epidemiologi soal Penyebab Covid-19 Cepat Menyebar

Alasannya, normalnya dunia anak-anak itu lebih banyak bermain dengan teman-teman sebayanya.

Sementara dalam situasi pandemi Covid-19, pemerintah meminta semua pihak, termasuk anak-anak, untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang bertolak belakang dengan tahapan perkembangan mereka.

"Semangati anak-anak dengan tetap menjaga komunikasi dengan temannya melalui virtual, dengan tukaran foto, atau tegur sapa," ujar Sani dalam talkshow berjudul "Covid dalam Dongeng: Edukasi Pandemi Usia Dini" di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Sabtu (24/10).

Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani itu menambahkan, tahapan pengembangan anak tetap harus berjalan di dalam rumah. Orang tua perlu menjelaskan situasi wabah Covid-19 ini sesuai dengan bahasa anak.

Penjelasan situasi Pandemi Covid-19 ini menggunakan bahasa anak yang mudah dicerna dan tidak menimbulkan ketakutan.

Orang tua juga, kata Sani, lebih kreatif dalam menjelaskan situasi ini dengan lebih bersahabat dan intonasi menyenangkan.

Namun, butuh ketenangan bagi orang tua untuk menyiasati situasi ini. Dan yakinkan pada anak bahwa situasi pandemi Covid-19 akan berakhir.

Sani menyebut, tujuh bulan menjalani masa pandemi ini jumlah pasiennya meningkat. Terutama banyak orang tua yang stres.

Sani mengibaratkan penanganan orang tua pada anaknya di masa pandemi ini ibarat melakukan pertolongan pertama dalam pesawat. 

"Yang pertama kali menggunakan oksigen itu ibunya dulu agar aman sebelum ke anaknya," ungkap Sani.

Pendongeng ternama asal Aceh, Agus Nur Amal, yang dikenal dengan nama PM Toh, mengatakan, dongeng menjadi sarana efektif dalam memberikan pemahaman kepada anak.

Dalam setiap penampilannya, pendongeng lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini menggunakan barang-barang yang dekat dengan anak-anak seperti sepatu boot karet dan setrika plastik.

"Dengan menggunakan alat bantu barang yang dekat dengan anak-anak mereka akan senang dan pesan bisa sampai," ujar PM Toh. (tan/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler