PSMS Medan Pincang Saat Lawan PSCS Cilacap

Selasa, 10 September 2019 – 20:49 WIB
Skuat PSMS Medan saat mendengarkan arahan dari pelatih Jafri Sastra. Foto: pojoksatu

jpnn.com, MEDAN - Pelatih PSMS Jafri Sastra langsung gerak cepat mempersiapkan skuatnya jelang menjamu PSCS Cilacap di Stadion Teladan, Medan, Sumut, Kamis (12/9) sore.

Menghadapi laga ke-16 ini, PSMS harus tampil tanpa tiga pemainnya, Rendy Saputra, Afiful dan Aidun Sastra karena akumulasi kartu.

BACA JUGA: Ditunjuk Jadi Pelatih PSMS Medan, Jafri Sastra: Ini Keberuntungan Saya

Jafri mengatakan tidak tahu tentang kendala tim dengan absennya ketiganya. Sebab, sebagai pelatih baru, dia masih proses mengenal pemain. “Kalau garis besar, belum tahu besar atau kecilnya kendala. InsyaAllah mudah-mudahan itu tidak jadi kendala. Karena sebelum latihan atau saat ada waktu dimana saja saya berdiskusi dengan Coach Edy (Syahputra, asistennya). Karena beliau yang tahu karakter pemain,” ujarnya usai memimpi latihan timnya di Stadion Teladan, Selasa (10/9) sore.

“Saya masih tiga hari di sini, saya masih selalu membaca dan belajar tentang anak-anak. Yang terpenting anak-anak bisa menerima kehadiran saya dan saya juga welcome dan menerima kekurangan dan kelebihan anak-anak,” lanjutnya.

BACA JUGA: Madruna Diamuk Massa Lantaran Paksa Begituan dengan Istri Orang

Menghadapi Cilacap, Jafri Sastra sudah mengintruksikan skuatnya untuk bermain maksimal. Sebab menurutnya, sisa tujuh laga musim ini adalah teramat penting. “Saya sudah sampaikan ke anak-anak tujuh laga adalah final. Kalau kita bicara final, kita harus bekerja keras. Mudah-mudahan berjalan dengan yang kami harapkan,” tegasnya.

Lawan perdana Jafri di PSMS Medan, Cilacap menurutnya lebih baik dari PSMS. Ini kata Jafri sesuai dengan peringkat di klasemen sementara wilayah Barat Liga 2. Dimana Cilacap peringkat 4 dengan 26 poin, sedangkan PSMS uruta 7 dengan 24 poin. “Yang pasti Cilacap kondisi saat ini tim yang lebih baik dari kita dari aspeknya segi klasemen dia di atas. Kita tetap memberikan respek ke mereka. Ini kami jadikan motivasi agar bisa memenangkan laga home,” ungkapnya.

BACA JUGA: Penjelasan KemenPAN-RB Soal Usia Pelamar CPNS Maksimal 40 Tahun

Tiga hari intensif bersama Legimin Raharjo dkk, Jafri mengatakan tim pelatih terus mendorong motivasi para pemain untuk menang. “Jeda tiga hari kita manfaatkan, meningkatkan gairah anak-anak untuk melawan Cilacap, semua berjalan lancar. Harapan semuanya, harapan keluarga kami juga masing-masing pemain pelatih, manajemen untuk menang. Tapi yang lebih penting hidup kita harus bekerja keras dan doa,” ungkapnya.

“Dan keputusan ada di tangan Allah, semuanya ingin menang. Bantu kami dengan doa, tapi jangan bantu kami dengan caci maki, kasihan anak-anak,” timpalnya.

Jafri mengatakan pembenahan memang sedang dilakukannya di tim, terutama soal pertahanan dan penyerangan. Apalagi, dia melihat statistik PSMS memasukkan 17 dan kemasukan gol 18.

“Yang harus bisa saya progreskan dan harus saya kedepankan dulu adalah pertahanan bagaimana bisa sedikit kebobolan. PSMS, golnya banyak, kebobolan juga banyak. Kemudian finishing juga yang harus kita tingkatkan. Harus ada garis lurus dari membuat gol dengan kebobolan itu agar tidak berimbang lagi. Artinya harus lebih banyak buat gol daripada kebobolan,” pungkasnya. (nin)

 


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler