SURABAYA - Pengprov PSSI Jawa Timur (Jatim) menyisakan pekerjaan berat untuk merampungkan konflik internal PersebayaOrganisasi yang dipimpin La Nyalla Mahmud Mattalitti tersebut harus bisa menjadi mediator kedua kubu yang berseteru
BACA JUGA: TC Timnas U-23 tanpa Patrick Wanggai
PSSI Jatim mendapatkan mandat tersebut dari PSSI pada 25 Agustus lalu Namun sampai 10 hari setelah penugasan itu, PSSI Jatim belum juga melakukan mediasi
BACA JUGA: Kompetisi Dua Wilayah Belum Final
Kemungkinan besar mediasi bisa terlaksana setelah 7 September nanti," kata wakil ketua IV Wardi Azhari Siagian pada kunjungannya di kantor Jawa Pos kemarin (4/9)BACA JUGA: SBY Sudah Beli Tiket, Boyong Keluarga ke GBK
Menurut Wardi langkah tersebut memang tak bisa dilakukan dengan terburu-buruSebab, dua kubu yang berseteru sudah berbeda dasar pemikiranPersebaya yang sebelumnya dipimpin Wishnu Wardhana bersikukuh jika merekalah yang berhak mengikuti kompetisi karena eksis mengikuti divisi utama kompetisi PSSIDi Persebaya versi Cholid Goromah ngotot menjadi pemegang klub yang sah karena didukung 29 klub anggota
JIka merunut batas waktu yang diberikan PSSI, waktu tersebut sudah sangat terlambatSebab hari ini PSSI sudah membawa kasus tersebut ke AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia)
Sebelum melakukan mediasi dengan kedua pihak, Nyalla sudah bertemu muka dengan Persebaya WishnuPertemuan itu dilakukan di Hotel Singgasana, Surabaya pada 28 Agustus laluWaktu itu 10 klub juga hadirDari pertemuan tersebut Nyalla mencopot Wishnu dari jabatan sebagai ketua umum dan meminta ketua DPRD Surabaya itu untuk tak lagi mencalonkan diri sebagai ketua umum Persebaya
Selain itu juga diumumkan adanya badan hukum Persebaya Wishnu, yakni PT Mitra Muda Berlian"Pak Nyalla tegas menyatakan jika dia akan meluruskan Persebaya yang sudah berada dalam trek yang benarItu tak bisa ditawar lagi," kata Wardi
Artinya, PSSI JAtim memberikan sinyal jika Persebaya yang mengikuti divisi utamalah yang dianggap berhak mengikuti kompetisi PSSI saat ini"Bukahkah sudah jelas dari workshop yang diadakan PSSI jika klub LPI hanya bisa mengikuti kompetisi jika merger atau waiting list," terang dia
PSSI Jatim memang tetap menganggap Persebaya ada dua kubuSebab, mereka tak mengakui musyawarah anggota luar biasa (musanglub) Persebaya pada 10 Agustus di Mess Persebaya tak sahSebab, mereka menerima laporan jika proses musanglub tidaklah benar
Selain itu dari undangan yang disebarkan pun dinilai sudah menyalahi aturanPada undangan yang disebarkan kepada klub anggota, memang kop surat yang digunakan adalah Persebaya tapi yang bertanda tangan adalah Suprastowo, sekretaris Pengkot PSSI Surabaya
"Persebaya adalah klub besarKami tetap ingin klub ini eksis dan berprestasi," tukas Imron(vem)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Rossi Kritik Pembatasan Uji Coba
Redaktur : Tim Redaksi