Pssstt... Gedung Pencakar Langit di Hongkong ini Punya Pesan Rahasia

Jumat, 20 Mei 2016 – 16:42 WIB
Deretan angka di International Commerce Center. FOTO : dok jp

jpnn.com - HONGKONG – Sejak Selasa malam (17/5) ada yang lain dari tampilan gedung pencakar langit tertinggi di Hongkong, International Commerce Center (ICC). Lampu warna-warni yang biasanya mempercantik tampilan gedung, kini berubah dengan adanya deretan angka digital berpendar di badan gedung 118 lantai tersebut. Sembilan digit angka itu ternyata mengandung pesan serius bagi Tiongkok. 

Tiap detik, deretan angka tersebut berganti. Setelah menampilkan angka 979.012.493, deretan sinar putih itu berkejap dan berubah menjadi 979.012.492. Deretan angka tersebut jelas mengundang perhatian publik. Bukan hanya wisatawan, melainkan juga penduduk setempat. Belakangan, diketahui bahwa deretan angka yang muncul selepas pukul 21.30 waktu setempat itu bermuatan politik. 

BACA JUGA: Video 11 PSK Diarak Tanpa Busana di Jalanan Beredar, Netizen Bereaksi

''Hongkong punya kekhawatiran tentang nasibnya pasca-2047,'' kata Sampson Wang, seniman sekaligus aktivis pro­demokrasi seperti dilansir CNN kemarin (19/5). Bersama Jason Lam, dia menyuarakan kecemasan itu dalam seni instalasi. Mereka menjadikan gedung yang menjulang di tepian Pelabuhan Victoria tersebut sebagai media untuk memunculkan hitungan mundur dalam satuan detik menuju 1 Juli 2047.

Mengapa 1 Juli 2047? Itu mengacu janji Tiongkok pada Hongkong saat Inggris mengembalikan wilayah tersebut ke pangkuan Negeri Panda pada 1 Juli 1997. Hongkong enggan bersatu dengan Tiongkok. Namun, pemerintah Tiongkok saat itu menjanjikan otonomi terhadap Hongkong meski mereka dalam wilayah kekuasaannya. Ini dikenal dengan kebijakan satu negara dua sistem. 

BACA JUGA: HEBOH: 11 Pasangan Mesum Diarak di Jalanan Tanpa Busana, Nih Videonya!

Nah, sesuai perjanjian, kebijakan tersebut akan berakhir 1 Juli 2047. Sayangnya, belakangan Beijing kian enggan mewujudkan janji itu. Bahkan, mereka semakin ketat mengatur Hongkong. ''Ketatnya pengamanan dan kuatnya dominasi Tiongkok membuat warga Hongkong tidak punya tempat maupun saluran untuk menyampaikan aspirasi mereka,'' kata Wang. Karena itu, dia lantas memberanikan diri untuk berunjuk rasa dengan memanfaatkan bangunan setinggi 484 meter tersebut. 

Mengantongi izin dari Dewan Pengembangan Seni Hongkong, Wang dan Lam memamerkan karya seninya bertepatan dengan kunjungan Zhang Dejiang. Politikus 69 tahun itu menjadi pejabat tertinggi Tiongkok yang menginjakkan kaki ke Hongkong sejak meletusnya Umbrella Movement, unjuk rasa prodemokrasi, pada 2014. 

BACA JUGA: Dianggap Murtad, Tiga Pemuda Ditembak Mati dari Belakang

Sejatinya, seni instalasi Wang dan Lam tersebut dipamerkan di International Commerce Center sampai 22 Juni mendatang. Tapi, mereka berdua tidak akan kaget jika pameran seni bermuatan politik itu tiba-tiba dihentikan di tengah jalan.(CNN/newyorktimes/southchinamorningpost/hep/c23/any/pda) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Teroris Dituding Terkait dengan Tragedi Egyptair


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler