PTPN IV Bersama reNIKOLA Kembangkan Compressed Biomethane Gas

Rabu, 13 September 2023 – 14:42 WIB
Perkebunan Nusantara. Foto dok PTPN

jpnn.com, JAKARTA - Holding Perkebunan Nusantara melalui melalui anak usahanya, PTPN IV menjalin kemitraan dalam pengembangan Compressed Biomethane Gas (CBG) bersama reNIKOLA SDN BHD, salah satu perusahaan energi terbarukan asal Malaysia.

Kerja sama ini dilakukan dalam mengakselerasi implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) di PTPN Group.

BACA JUGA: MS Instruments, Produk Anak Negeri jadi Andalan Pantau Kualitas Udara

Kemitraan ini tertuang dalam MoU yang ditandatangani oleh Direktur PTPN IV Sucipto Prayitno dan Direktur reNIKOLA SDN BHD, Lim Beng Guan pada 30 Juni 2023.

Dalam kerja sama ini, pengembangan CBG dari limbah cair hasil pengolahan kelapa sawit (POME) yang akan dilakukan oleh PTPN IV dan reNIKOLA, berfokus terhadap empat pabrik kelapa sawit (PKS) milik PTPN IV, yakni PKS Tinjowan, PKS Pulu Raja, PKS Dolok Sinumbah dan PKS Pabatu, yang berlokasi di Sumatera Utara.

BACA JUGA: PTPN Group Raih Penghargaan Asean Energy Awards 2023

Sucipto menuturkan kerja sama tersebut merupakan inisiatif PTPN IV, sebagai salah satu anak usaha PTPN III yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, kerja sama ini selaras dengan roadmap pengurangan Gas Rumah Kaca (GRK) yang dicanangkan PTPN Group untuk melakukan pengurangan emisi dalam Business As Usual (BAU) kegiatan perkebunan.

BACA JUGA: Jamkrindo Gelar Workshop Pengelolaan Keuangan UMKM di Kupang

“Ini juga mendukung program pemerintah terhadap upaya menurunkan emisi GRK 29 persen dari (kemampuan sendiri) atau 41 persen (dengan bantuan internasional) pada 2030 sesuai NDC (Nationally Determined Contribution),” ujar Sucipto, dalam seremonial kerja sama tersebut yang digelar secara daring pada Selasa (12/9).

Sementara itu, Lim Beng Guan menyampaikan, saat ini pihaknya tengah berkomitmen dalam penurunan emisi karbon dunia, dengan salah satu fokusnya adalah melakukan pengembangan CBG melalui pemanfaatan limbah cair pengolahan kelapa sawit (POME) menjadi sesuatu yang lebih bernilai dan dapat dimanfaatkan.

“Kami menargetkan 50 proyek CBG di Indonesia dengan estimasi biaya 300 juta USD, dan berharap dapat berkolaborasi dengan PTPN Group,” ungkap Lim.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Dwi Sutoro, mengatakan rencana kerja sama antara PTPN IV dan reNIKOLA sejalan dengan rencana penurunan emisi karbon PTPN Group.

Dwi berharap, agar ke depan pengembangan EBT di Indonesia mendapatkan dukungan yang lebih dari pemerintah, sehingga dapat menarik minat calon investor untuk mengembangkan EBT di Indonesia.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler