PTPN V Dorong Ratusan Petani Mitra Dapat Sertifikasi ISPO-RSPO

Selasa, 14 Juni 2022 – 19:18 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir berfoto bersama para petani plasma mitra binaan PT Perkebunan Nusantara V di Kabupaten Kampar, Riau. Foto dok PTPN V

jpnn.com, RIAU - PT Perkebunan Nusantara V memberikan asistensi terhadap ratusan petani mitra, yang mendapatkan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), serta Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

"InsyaAllah kami targetkan tahun ini petani mitra mulai mengantongi RSPO dan ISPO. Dengan begitu, petani yang menjadi mitra PTPN V akan mendapatkan harga premium dan meningkatkan pendapatan mitra," kata Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko Santosa, Senin (13/6).

BACA JUGA: Iko Uwais Terseret Kasus Pemukulan, Billy Syahputra Berkomentar Begini

Untuk tahap perdana, terdapat tiga KUD yang berlokasi di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau mengikuti program sertifikasi ISPO dan RSPO.

Ketiganya yakni KUD Karya Mukti dengan lahan seluas 874 hektare, Dayo Mukti di lahan seluas 706 hektare, dan KUD Tani Sejahtera dengan lahan seluas 856 hektare.

BACA JUGA: Pertamina EP Terapkan Program 5G

Ketiga KUD yang telah memasuki penanaman generasi kedua dengan usia tanaman sembilan tahun dan masuk dalam kategori tanaman produktif dengan produktivitas mencapai 27 ton tersebut akan menjadi mitra binaan perdana PTPN V yang melaksanakan sertifikasi ISPO dan RSPO.

Secara bertahap, program serupa akan dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh KUD mitra binaan PTPN V dengan total luas lahan mencapai 56 ribu hektare.

BACA JUGA: Bolehkah Jual Beli ASI? Simak Hukumnya

"Total luas lahan petani mitra yang menjalani sertifikasi RSPO dan ISPO perdana tahun ini mencapai 2.436 hektare. Secara bertahap, kami akan mendorong seluruh mitra binaan PTPN V menerapkan budidaya berkelanjutan dan lestari berstandar RSPO dan ISPO," ujarnya.

Jatmiko bersyukur beragam program untuk memenuhi beragam syarat dalam memperoleh sertifikasi RSPO dan ISPO yang diusung oleh perusahaan perkebunan milik negara tersebut mendapat respon positif dari para petani mitra.

Sejak tahun lalu, perusahaan terus mendampingi para petani memenuhi beragam kriteria yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikasi tersebut.

Mulai dari pelatihan manajemen kepengurusan koperasi, identifikasi bahaya dan resiko di tempat kerja, penanggulangan huru-hara, pencegahan kebakaran lahan, hingga perumusan perhitungan gas rumah kaca.

"Prinsipnya kami akan terus membantu para petani siap sebelum sertifikasi tersebut didapatkan dan dipertanggungjawabkan sepenuhnya," tegas Jatmiko.

Seiring dengan akselerasi standarisasi ISPO-RSPO, PTPN V juga terus mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para petani dengan mendongkrak produktivitas melalui peremajaan sawit.

Saat ini, PTPN V tercatat menjadi satu-satunya perusahaan milik negara yang berani menjamin produktivitas para petani mitra yang melaksanakan program peremajaan sawit rakyat (PSR) di atas rerata produktivitas nasional dengan menerapkan pola manajemen tunggal.

Meski begitu, dalam pengelolaan kebun sawit, terutama pada proses peremajaan sawit, mulai penebangan sawit renta, pembersihan lahan, penanaman bibit sawit unggul tersertifikasi, pemeliharaan hingga panen, PTPN V tetap melibatkan para petani.

Selain itu, selama peremajaan sawit berlangsung, PTPN V juga menjamin pendapatan para petani melalui program padat karya serta mendukung petani mendirikan UMKM, yang disandingkan dengan program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL).(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler