PTPN V Dukung Penuh Upaya Pemanfaatan Limbah Sawit jadi Arang Briket

Minggu, 09 Februari 2020 – 07:06 WIB
Ilustrasi kelapa sawit. Foto: Kaltim Post/JPNN

jpnn.com, PEKANBARU - PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) sebagai salah satu BUMN di sektor kelapa sawit, mendukung peningkatan kesejahteraan petani sawit melalui pemanfaatan limbah sawit menjadi arang briket.

Jatmiko K. Santosa selaku Direktur Utama PTPN V mengatakan, perseroan mengapresiasi inisiatif para petani dan sejumlah pihak, yang melakukan terobosan baru dalam memanfaatkan tandan kosong menjadi arang briket.

BACA JUGA: PTPN V Akan Lakukan Pemetaan Geospasial Sawit Rakyat

Sebab, selain dapat mengurangi limbah sawit, pemanfaatan tandan kosong menjadi arang briket tersebut dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif untuk keperluan rumah tangga. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sawit, terutama petani plasma perusahaan.

Komitmen tersebut disampaikan Jatmiko saat membuka acara pelatihan pembuatan arang briket yang berasal dari tandan kosong kelapa sawit, di kantor pusat PTPN V, Pekanbaru, Sabtu (8/2).

BACA JUGA: Indef Uraikan Tujuan Uni Eropa Mendiskriminasi Kelapa Sawit

Pelatihan yang diikuti oleh 100 orang petani kelapa sawit dari beberapa provinsi di Sumatera seperti Riau, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan tersebut diselenggarakan oleh PTPN V, bersama dengan BPDPKS, dan Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE).

"Kami mengakomodir dan memfasilitasi inisiatif petani dan sejumlah pihak dalam mengolah limbah sawit menjadi produk bernilai tambah. Keuntungan yang didapat dari pembuatan dan penjualan arang briket langsung dinikmati petani. Sudah menjadi kewajiban kami sebagai agent of change, mendukung semua kegiatan dan inisiasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu sebagai keseriusan PTPN V untuk tumbuh besar bersama petani khususnya sawit rakyat," ujar Jatmiko.

BACA JUGA: Gandeng Apkasindo, PTPN V Fokus Sejahterakan Petani Sawit

Perlu diketahui, selama ini, pemanfaatan tandan kosong baru sebatas menjadi pupuk kompos. Melalui pelatihan tersebut, petani sawit binaan PTPN V, diharapkan dapat segera membuat arang briket, yang memiliki harga jual lebih baik. Sehingga petani sawit bisa mendapatkan nilai tambah yang bermanfaat, yang berujung pada peningkatan kesejahteraan.

Selain mendukung inisiatif petani, PTPN V juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produksi sawit berkualitas.

Untuk itu, melalui program BUMN untuk Sawit Rakyat, PTPN V akan bermitra dengan berbagai pihak, dalam melakukan peremajaan kebun sawit plasma seluas 16 ribu hektar.

Peremajaan tersebut akan dilakukan selama empat tahun mendatang. Sehingga menurut Jatmiko, PTPN V siap untuk bekerja sama dengan petani, baik dari kemitraan peremajaan dan pengelolaan kebun plasma serta rakyat, hingga kerjasama dalam pengelolaan tankos menjadi briket.

"Kami akan bermitra dengan petani dan pihak lainnya, untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Syaratnya hanya satu, bantu kami untuk bisa terus memberikan manfaat bagi masyarakat, negara dan bangsa ini," papar Jatmiko yang juga merupakan pembina Gabungan Petani Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Riau. (cuy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler