Puan Maharani Beri Peringatan, Omicron Siluman Harus Ditangani dengan Serius!

Kamis, 17 Maret 2022 – 21:16 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani memberi peringatan agar virus Covid-19 subvarian Omicron BA.2 atau dikenal Omicron siluman harus ditangani dengan serius. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan peringatan kepada semua pihak untuk mewaspadai penularan virus Covid-19 subvarian Omicron BA.2.

Menurutnya, jika hal ini tidak ditangani dengan serius, virus yang sering disebut sebagai Omicron siluman ini bisa berpotensi menyebabkan lonjakan baru kasus Covid-19.

BACA JUGA: Puan Maharani Menyentil Pemerintah, Keras

“Subvarian virus ini telah menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah negara, termasuk yang saat ini terjadi di Hongkong,” kata Puan Maharani mengingatkan, Kamis (17/3).

Per 15 Maret, Indonesia telah menemukan 668 kasus Covid-19 akibat penularan subvarian Omicron BA.2.

BACA JUGA: Puan Maharani: Kami Sepakat Jaga Harmoni Antara Seluruh Umat Beragama

Puan mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi berbagai skenario yang mungkin terjadi akibat virus Omicron siluman.

Karena itu, dia mendorong agar pemerintah memastikan seluruh infrastruktur kesehatan siap.

BACA JUGA: Puan Maharani Tolak Penundaan Pemilu 2024, Simpati Masyarakat Bakal Makin Kuat

"Jangan ada celah dalam penanganan Covid-19, termasuk terus mengkaji berbagai kebijakan terkait pandemi,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR itu.

Puan menyampaikan para pakar sudah mengingatkan pentingnya jangkar pengamanan untuk menghambat penyebaran Covid-19, termasuk Omicron BA.2.

Dia mengatakan kerja sama dari seluruh elemen dapat membantu agar virus ini tidak terus berkembang.

“Tingkatkan skrining. Pelaksanaan 3T khususnya tracing harus makin diupayakan dengan maksimal karena dengan tracing yang baik, penyebaran virus dapat diperkecil,” jelas Puan.

Skrining yang baik, kata Puan, akan melindungi masyarakat yang masuk dalam kategori rawan, seperti lansia, anak-anak dan kelompok komorbid.

Mantan Menko PMK ini mengatakan pemerintah juga harus meningkatkan cakupan vaksinasi, baik vaksin primer maupun booster.

Puan mendorong kerja sama instansi atau lembaga dan kelompok atau organisasi masyarakat untuk membantu pemerintah dengan menyelenggarakan vaksinasi massal.

“Teman-teman dari TNI atau Polri juga bisa membantu memberi pelayanan vaksinasi door to door untuk mereka yang tidak bisa datang ke pusat layanan vaksin. Masyarakat harus dilindungi vaksinasi agar imunitas semakin lebih banyak terbentuk,” paparnya.

Puan pun mengatakan, peran serta masyarakat dalam mengatasi penyebaran virus juga sangat penting. Ia mengingatkan agar masyarakat terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Saat beraktivitas, pastikan konsisten menerapkan 3T, yaitu mncuci tangan atau memakai hand sanitizer, memakai masker, dan menjaga jarak.

"Sebisa mungkin juga jauhi kerumunan dan kurangi mobilitas,” imbau Puan.

Meski begitu, masyarakat diminta agar tidak panik.

Menurut Puan, peringatan-peringatan terkait penyebaran virus Omicron BA.2 dilakukan agar masyarakat tidak lengah.

Dia menambahkan puncak lonjakan kasus Omicron BA.1 sudah terlewati, tapi varian-varian baru Covid-19 masih mungkin ada dan pastinya mempengaruhi laju penularan.

"Maka penting sekali agar kita selalu waspada untuk mencegah terjadinya lonjakan baru kasus Covid-19,” terang cucu proklamator RI Bung Karno itu.

Ancaman subvarian BA.2 disebut lebih tinggi dibandingkan Omicron BA.1.

Bahkan studi menemukan tingkat keparahan varian son of Omicron tersebut bisa seperti varian Delta.

“Mari kita menjaga diri, menjaga keluarga, menjaga lingkungan, dan menjaga kelompok rawan dengan disiplin protokol kesehatan dan vaksinasi. Saya tidak akan bosan mengingatkan karena ini demi keamanan seluruh rakyat Indonesia,” tutup Puan. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler