Puan Maharani Menyerukan Pentingnya Gotong Royong demi Kemakmuran Bersama

Kamis, 08 Oktober 2020 – 16:11 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: Humas DPR RI.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani terus menyerukan pentingnya kerja sama atau bergotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan dunia saat ini. Dari masalah kemanusiaan, ekonomi, lingkungan, hingga pandemi Covid-19.

Puan meyakini semua persoalan itu hanya bisa dihadapi dengan cara bergotong royong.

BACA JUGA: Eks Pengacara Habib Rizieq Beber 8 Hoaks UU Cipta Kerja, Pembakar Emosi

 

Demikian disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Peluncuran Buku Inter-Parliamentary Union (IPU) yang digelar untuk memperingati Hari Jadi IPU ke-130, Kamis (8/10).

BACA JUGA: Polisi Ungkap Kelompok yang Mengajak Pelajar Demo Tolak RUU Ciptaker

“Dengan gotong royong global, kita akan memiliki energi besar untuk menghadapi pandemi Covid-19,” kata Puan.

Menurutnya, sebelum Covid-19 pun, masyarakat dunia juga sudah menghadapi berbagai tantangan lain seperti perubahan iklim, menipisnya ketersediaan sumber daya alam dunia, perang dagang atau ekonomi, dan lainnya.

BACA JUGA: Mahasiswa Bergerak ke Istana, Ada yang Bawa Spanduk Jokowi Lagi Kangen

Berbagai tantangan global itu, kata Puan, menunjukkan seluruh negara benar-benar sedang menguji kekuatan tali persahabatan antarnegara.

Apalagi, kata perempuan pertama yang menjabat ketua DPR RI itu, persoalan-persoalan yang dihadapi dunia saat ini dampaknya dirasakan lintas negara dan perlu diselesaikan bersama-sama oleh semua masyarakat dunia.

“Kita harus sadar bahwa tidak ada negara yang akan bisa menang di dunia dengan cara menyendiri,” ucap ketua DPP PDI Perjuangan itu.

 

Sebagai contoh, kata dia, walaupun Indonesia terus bekerja keras mengatasi pandemi Covid-19 di dalam negeri, tetapi selama masih ada negara lain yang kesulitan mengatasinya maka Indonesia tidak akan pernah benar-benar aman dari virus corona.

Contoh lain dari pentingnya gotong royong skala global adalah terkait pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs yang sejak awal sudah ditetapkan sebagai target untuk masyarakat, dan untuk bumi.

“Ini sejalan dengan sebuah istilah dalam budaya Jawa di Indonesia, yaitu mukti siji, mukti kabeh, yang artinya kurang lebih makmur satu, makmur semua,” ucap Puan.

 

Dalam acara yang dihadiri Presiden Inter-Parliamentary Union Gabriela Cuevas, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, serta pimpinan dan anggota BKSAP DPR-RI itu, Puan mengungkapkan bahwa IPU sebagai organisasi pionir dan visioner.

Alasannya, karena sejak 1889 para pendiri IPU, William Randal Cremer dan Frederic Passy sudah menyadari pentingnya dialog dan kerja bersama antarnegara.

“Waktu itu belum terbayang akan ada yang namanya LBB (Liga Bangsa-Bangsa) dan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), IPU-lah salah satu yang membuka jalan, IPU membuka mata dunia bahwa organisasi multilateral dapat dan perlu didirikan jika kita ingin mencapai tujuan bersama di tingkat global,” tutur cucu Proklamator Kemerdekaan RI Bung Karno itu.

Puan menegaskan, dalam UUD 1945 terdapat amanah agar Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Bahkan Presiden pertama Indonesia Soekarno sejak tahun 1945 sudah mengutarakan bahwa kita bukan saja harus mendirikan negara Indonesia merdeka, tetapi kita harus menuju pula kepada kekeluargaan bangsa-bangsa’” pungkas putri Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri tersebut.(jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler