Puisi Sukmawati, Politikus Gerindra: Kedangkalan Beragama

Selasa, 03 April 2018 – 11:12 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid. Foto: Humas DPR for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul Ibu Indonesia mengundang tanggapan banyak kalangan.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid menilai Sukmawati Soekarnoputri belum bisa menikmati kesyahduan azan dan alunan ayat suci Alquran.

BACA JUGA: Puisi Sukmawati Soekarnoputri: GP Ansor Diminta Lapor Polisi

Menurut Sodik yang juga politisi Partai Gerindra itu, seharusnya Sukmawati tidak membenturkan budaya dengan agama. Sebab, kata dia, sikap tersebut berpotensi memancing ketersinggungan umat beragama.

"Bagi orang beriman, mukmin muslim, syariat seperti azan dan ayat Alquran, kedudukan dan keindahannya di atas budaya seperti kidung," kata Sodik, Selasa (3/4).

BACA JUGA: Puisi Sukmawati Soekarnoputri: Alasan Kapitra Ajukan Somasi

Sodik menjelaskan, orang mukmin yang tengah melakukan aktivitas apa pun akan menghentikan kegiatannya ketika mendengar suara azan. Mereka kemudian bergerak ke masjid untuk menunaikan salat.

"Itulah posisi azan bagi orang mukmin. Ribuan orang mukmin bisa menangis ketika mendengar adzan dan ayat Alquran," katanya.

BACA JUGA: Pengamat Anggap Puisi Sukmawati Soekarnoputri Kritik Biasa

Kendati demikian, Sodik tidak menyatakan bahwa puisi Sukmawati yang juga adik Megawati Soekarnoputri itu mengandung unsur penistaan agama. Namun, dia menilai pemahaman Sukmawati dalam agama berbeda dengan ayahnya, Bung Karno.

"Saya tidak sebut penistaan agama, tapi kedangkalan beragama yang beda dengan ayahnya Bung Karno.

Walau beliau nasionalis secara politis, tapi Bung Karno dalam pemahaman syariatnya ( baik)," ungkap Sodik. (boy/jpnn)

Berikut kutipan lengkap puisi Sukmawati yang dibacanya pada acara peringatan 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018.

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Balas Puisi Sukmawati, Felix Siauw: Kamu Tak Tahu Syariat


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler