Pulau Leebong, Surga Terpendam di Belitung

Sabtu, 03 November 2018 – 17:20 WIB
Pulau Leebong, salah satu destinasi wisata di Provinsi Bangka Belitung. ILUSTRASI. Foto: Humas DPD RI

jpnn.com - Pulau Leebong mungkin masih asing didengar oleh para pelancong. Pulau yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ini seakan surga terpendam di Indonesia. Maka tak heran Pulau Leebong kerap disandingkan dengan Maldives-nya Indonesia.

Memang Negeri Laskar Pelangi ini tengah gencar dalam mempromosikan pariwisatanya. Babel yang merupakan kawasan kepulauan memiliki sekitar 470 buah pulau dan terdapat 50 pulau yang telah berpenghuni. Inilah sebab betapa potensi wisata bahari yang ada di sana mampu menyuguhkan pengalaman yang menarik.

BACA JUGA: Digital Marketing Dorong Peningkatan Kelas Pengusaha UMKM

Tak hanya wisata baharinya saja yang bisa dibanggakan. Provinsi Babel yang merupakan pemekaran wilayah dari Provinsi Sumatera Selatan itu masyarakatnya terkenal dengan keramah-tamahannya. Jadi sudah terbayang bila Babel merupakan daerah tujuan yang menarik dan masuk daftar wisata Anda.

BACA JUGA: FJPI Gelar Seminar Perempuan Sumut Menuju Senayan

Berbicara Pulau Leebong, untuk akses menuju lokasi pun sangat mudah. Dari dermaga Pelabuhan Tanjung Ru hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai di tujuan. Bahkan, dalam perjalanan kita akan disuguhkan birunya laut dan tenangnya ombak.

Belum sampai Pulau Leebong, mata kita juga dimanjakan dengan hutan mangrove yang seakan membawa kita ke Amazon. Tak heran, hutan Mangrove di Leebong merupakan yang terbaik di Belitung.

BACA JUGA: Komite II DPD Berdukacita Atas Kecelakaan Pesawat Lion Air

Dengan luas sekitar 17 hektare tentunya hutan mangrove akan menjadi pengamalan seru. Jernihnya air sekitar hutan Mangrove akan terlihat jelas habitat bakau yang tumbuh di atas pasir pada siang hari.

Setibanya di pulau yang luas 37 hektare ini, lagi-lagi mata kita dikagetkan dengan indahnya pemandangan pulau. Birunya laut, ombak yang tenang, dan putihnya pasir seakan menggiring setiap orang yang datang. Maka wajar bila Pulau Leebong mendapatkan penghargaan dari Tripadvisor Excellence 2018.

Belum lagi keindahan Pantai Chicas, Sebuah pantai berpasir putih yang luas dengan tiga buah gazebo beratap warna merah, biru, dan kuning. Dinamakan demikian karena di sekitar pantai ini anda bisa melihat tanaman sikas yang tumbuh dengan subur.

Pantai Chicas memiliki karakter pasang dan surut. Surut di pagi hari sampai sore, sehingga muncul hamparan pasir putih yang bersih dan sangat luas. Anda bisa menikmati pantainya dengan berjalan kaki atau pun bersepeda tanpa basah.

Bersihnya bibir pantai dan masih terpeliharanya hutan di Pulau Leebong menjadi surga bagi hewan dan tumbuhan. Dengan dibiarkan ekosistem tetap ada sehingga pengunjung bisa menikmati keajaiban yang memesona itu.

“Di sini masih ada kancil, kijang, dan banyak jenis burung disini. Pokoknya yang nginap disini benar-benar terasa nuansa alamnya,” ucap Pemilik Pulau Leebong, Tellie Gozelie.

Selain berenang dan bermain pasir nan putih, Leebong juga menyediakan fasilitas untuk kegiatan yang lain, seperti hammock di atas air, ayunan, paddleboard, dan sepeda untuk berkeliling pulau. Bagi anda yang doyan selfie maka tempat ini sangat cocok.

Selain itu, sangat menyenangkan merasakan berjalan kaki menikmati bagian pulau yang dipenuhi rerimbunan pohon. Sembari berkeliling, anda akan diajak mengenali beberapa flora Pulau Leebong seperti pohon sikas, pohon gelam, pohon simpor, dan masih banyak lagi.

Setelah aktifitas semua telah dilakukan tentunya tidak ada salahnya bila menginap di resort-nya. Leebong Island Resort memiliki empat jenis villa, yang pertama adalah tenda barak, Villa Chicas, Villa Barata, dan Villa Pohon (Zara Tree).

Jangan salah, Villa Zara ini sangat unik karena semua bahan rumah terbuat dari kayu, mulai dari tiang, tangga, dinding, lantai, rangka atap, bahkan kamar mandinya. Sedangkan atapnya menggunakan daun kelapa yang telah kering.

Terdapat beranda mungil hampir mengelilingi seluruh bagian luar villa. Dan di salah satu sisi beranda terdapat tangga untuk naik, tempat bersantai di atas pohon.

“Kalau Villa Zara ini cocok bagi pasangan yang sedang bulan madu. Bahkan, Villa ini cukup terkenal bagi warga Malaysia. Karena sempat ada pembuatan film disini,” tegas Tellie.

Pria kelahiran Tanjung Pandan 10 Desember 1970 ini menceritakan bahwa resort ini belum dari sempurna. Kedepan, Tellie akan membangun hotel di Pulau Leebong. “Ini belum bisa dikatakan sempurna. Karena ini masih proses. Kedepan kita juga berencana akan membangun hotel,” harapnya.

Tellie berharap pengembangan wisata Belitung mendapat dukungan pemerintah pusat. Menurut dia, selama ini pemerintah daerah kurang maksimal mempromosikan pariwisata Belitung ke dunia internasional dengan alasan tidak ada dana promosi.

“Perlu peran pemerintah pusat membangun potensi wisata Belitung, kalau selama ini Sudah ada Bali dan Lombok, pengembangan wisata pantai di Belitung harus ada keterlibatan pemerintah pusat, agar ada pemerataan pengembangan wisata di Indonesia,” ungkapnya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Muqowam: Pembangunan Infrastruktur Untuk Pemerataan Ekonomi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler