Puluhan Personel Polres Bogor Gerebek Pasar Anyar, Ada yang Berbeda

Selasa, 30 November 2021 – 12:01 WIB
Suasana gerebek vaksin Polresta Bogor Kota di SDN Pengadilan 1, Selasa (30/11/2021). (ANTARA/Linna Susanti)

jpnn.com, BOGOR - Puluhan personel Polres Bogor Kota, Jawa Barat diterjunkan dalam operasi penggerebekan.

Hanya saja, gerebek kali ini beda dari penggerebekan pada umumnya.

BACA JUGA: Polres Bogor Menyita Rp 1,5 Miliar Uang Palsu dari Mbah Jamrong

Polres Bogor melakukan gerebek vaksin bagi pengunjung dan pedagang di Pasar Anyar.

Tujuannya, menjaring warga yang belum mendapatkan vaksin COVID-19.

BACA JUGA: Pekanbaru Kekurangan 1.400 Guru ASN

Pantauan Pasar Anyar, puluhan petugas Polresta Bogor Kota dibantu petugas Satpol PP berpencar di beberapa titik sekitar pasar untuk bertanya ke setiap pengunjung dan pedagang.

Warga yang kedapatan belum memiliki bukti vaksinasi diantar ke SDN Pengadilan 1 yang berada tepat di tengah pasar.

BACA JUGA: Reuni 212 Batal Digelar di Jakarta, Wagub DKI: Alhamdulillah

Ada pula warga yang sengaja mendatangi lokasi vaksinasi tersebut karena ingin mendapatkan vaksin COVID-19.

Sejumlah hal unik terjadi mulai dari tidak membawa kartu tanda penduduk (KTP), takut vaksin hingga sibuk bekerja.

Meski begitu, petugas tetap mengedukasi warga dan melayani dengan baik untuk melaksanakan prosedur.

Warga hanya diminta menunjukkan KTP sebagai syarat vaksinasi dan tidak terbatas untuk warga Kota Bogor.

Petugas pun mendapati pedagang dan pengunjung maupun pekerja lain yang beralamat di Padang, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

Salah seorang petugas pengarah vaksinasi yang bertugas di depan gerbang di SDN Pangadilan 1 Bribda Firhan Ramadhan mengatakan warga yang mengikuti vaksinasi memang dari beberapa daerah.

Meski demikian, dia memastikan masih didominasi warga Kota Bogor.

"Kalau yang terlihat, sampai jam 10.00 WIB ini kira-kira 150 warga lebih sudah terjaring, ayo bu masuk," ujarnya sambil mengarahkan warga.

Sementara itu, salah seorang warga RT002/RW005 Kampung Urug Tonggoh, Desa Urug, Sukajaya, Bogor, Dede saat diwawancarai mengaku sengaja mendatangi lokasi vaksinasi.

Karena tetap ingin bisa melakukan aktivitas sebagai tukang becak di sekitar pasar.

"Saya kan tukang becak, kalau KTP di Kabupaten Bogor, cuma saya tinggal di becak saja selama ini, kalau dapat uang baru pulang. Saya tidak ingin disuruh pulang karena belum vaksin," kata Dede.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler