PUPR Targetkan Rehabilitasi Bendungan dan Irigasi D.I Gumbasa Tahap II Rampung 2023

Jumat, 28 Mei 2021 – 20:33 WIB
Irigasi di kawasan hulu Gumbasa untuk mengairi lahan pertanian subur menjadi prioritas pembangunan setelah bencana gempa 2018 silam. Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan irigasi di kawasan hulu Gumbasa untuk mengairi lahan pertanian subur menjadi prioritas pembangunan setelah bencana gempa 2018 silam.

Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Suparji dalam kunjungannya ke lokasi Bendung Gumbasa mengatakan pekerjaan rehabilitasi
Bendung dan Saluran Irigasi DI Gumbasa ditargetkan rampung pada 2023.

BACA JUGA: Bendungan Kambaniru di Sumba Timur NTT Rusak Diterjang Banjir, Begini Respons Azis Syamsuddin

"Saat ini sudah dalam tahapan proses lelang agar segera dapat dimulai pelaksanaan pekerjaannya. Masyarakat sudah sangat menunggu pemulihan bendung dan saluran irigasi ini, di mana dari total 8.180 hektare baru kembali berfungsi seluas 1.070 hektare," kata Suparji dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (28/5).

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Kementerian PUPR Taufik mengatakan, untuk rehabilitasi irigasi Gumbasa tahap II, pekerjaan dibagi menjadi lima paket.

BACA JUGA: Kementerian PUPR Targetkan 1.405 Unit untuk Program Bedah Rumah

Paket pertama adalah rehabilitasi bendung pada tubuh bendung, pembuatan groundsill, rehabilitasi tanggul banjir, dan landscape.

"Untuk paket 1 tahap 2 diperkirakan estimasi biaya sebesar Rp 51,2 miliar. Saat ini masih proses lelang pekerjaan konstruksi," ungkapnya.

Selanjutnya untuk paket kedua yakni pekerjaan rehabilitasi jaringan utama (Bangunan, saluran primer, saluran sekunder dan saluran pembuang) ruas BGKn 7 - 24 dengan luas areal 1.606 hektare.

Taufik mengatakan paket ketiga berupa rehabilitasi jaringan (bangunan, saluran primer, saluran sekunder, saluran pembuang) ruas BGKn 24-42 dengan luas areal 3.547 ha, paket keempat rehabilitasi jaringan (Bangunan, saluran primer, saluran sekunder dan saluran pembuang) ruas BGKn 42-54 dengan luas areal 1.815 ha.

Dia juga menjelaskan paket kelima rehabilitasi jaringan (Bangunan, saluran primer, saluran sekunder dan saluran pembuang) ruas BGKn 54-58 luas areal 142 hektare.

"Pembangunan yang dilakukan akan menggunakan dana loan JICA (Japan International Cooperation Agency)," katanya.

DI Gumbasa terletak di area lembah Palu yang memanjang dari kaki hulu Sungai Gumbasa mengalir sampai Sungai Kawatuna di Kota Palu.

Secara administratif, DI Gumbasa melayani 5 Kecamatan yang berada di Kabupaten Sigi dan Kota Palu yaitu: Kecamatan Gumbasa,Tanambulaya, Dolo, Sigi Biromaru dan Palu Selatan, yang memiliki luas irigasi potensial 8.180 hektare.

DI Gumbasa yang dibangun pada 1931 mulanya hanya berupa free intake dengan suplai air dari Sungai Gumbasa, kemudian oleh Departemen PU dibangun menjadi bendung permanen pada 1976.

Seperti diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu telah menyelesaikan Rehabilitasi Bendung dan Saluran Irigasi Daerah Irigasi (DI) Gumbasa tahap I untuk areal pertanian seluas 1.070 hektar yang rusak akibat gempa berkekuatan 7,4 magnitudo yang terjadi pada 28 September 2018 lalu.

Saat ini tengah dipersiapkan pekerjaan rehabilitasi tahap II untuk areal pertanian seluas 7.110 hektare. (mcr10/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler