Pupuk Indonesia Berkomitmen Makmurkan Mitra Binaan Batik Go Online dan Global

Minggu, 02 Oktober 2022 – 14:53 WIB
Salah satu mitra binaan Petrokimia Gresik Batik Bangsawan Tekstil (BBT). Foto: Humas PT Pupuk Indonesia

jpnn.com, JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama anak perusahaannya berkomitmen terus mendukung dan memakmurkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang bergerak di bidang usaha batik untuk memperingati Hari Batik Nasional 2022.

Salah satunya mendorong UMKM batik dapat go online sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir.

BACA JUGA: Pupuk Indonesia Meluncurkan Roadmap Riset Klaster, Ini Rencananya 10 Tahun Kke Depan

SVP Umum dan TJSL Pupuk Indonesia Yana Nurahmad Haerudin menyebutkan,  dengan melakukan go online, mitra binaan batik dapat menjadikan produknya Go Global.

Selain mendukung program pemulihan ekonomi, upaya ini juga melestarikan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia.

BACA JUGA: Lewat Cara Ini Pupuk Indonesia Grup Berkomitmen Dukung Rehabilitasi Terumbu Karang

“Saat ini, terdapat sekitar 23 unit UMKM bidang usaha batik yang menjadi mitra binaan sejumlah anak perusahaan kami di berbagai daerah,” ucap Yana.

Program pembinaan UMKM mitra binaan batik ini, lanjut Yana, sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang menekankan pentingnya UMKM dalam konstelasi perekonomian nasional.

BACA JUGA: Gandeng MDI Venture, Pupuk Indonesia Dukung Pengembangan Ekonomi Digital

Menurut Erick, UMKM merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Dengan demikian, mendukung UMKM sama dengan turut memakmurkan masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut, Yana menyebutkan saat ini terdapat empat anak usaha Pupuk Indonesia yang memiliki mitra binaan yang bergerak di bidang usaha batik.

Mereka adalah PT Petrokimia Gresik (11 mitra binaan), PT Pupuk Kalimantan Timur (9 mitra binaan), PT Pupuk Sriwidjadja Palembang (2 mitra binaan), dan PT Pupuk Kujang Cikampek (1 mitra binaan).

Bentuk pembinaannya adalah melalui pemberian bantuan modal, pendampingan, hingga pemasaran produk batik.

Pembinaan ini meliputi partisipasi melalui sejumlah event pameran, pelatihan pemasaran secara online, hingga pembuatan website, dan sebagainya.

“Hal ini kami lakukan agar mitra binaan batik dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan mengikuti tren pemasaran secara digital atau online,” kata Yana.

Terlebih perkembangan industri batik di Indonesia dapat dibilang cukup baik. Karena banyak desainer pakaian dunia menggunakan batik dalam rancangan busananya. Apalagi pascapandemi Covid-19, berbagai event fashion di dunia mulai diselenggarakan kembali.

Salah satu mitra binaan Petrokimia Gresik, Nur Kholis, pemilik Batik Bangsawan Tekstil (BBT). Sejak tahun 2016, produk batik miliknya telah menjangkau pasar di sejumlah negara seperti Thailand, Jepang, Perancis, bahkan Amerika Serikat.

Dia merasa sangat terbantu dengan program pembinaan dari anggota holding Pupuk Indonesia, yaitu Petrokimia Gresik.

Menurut dia, bantuan modal yang didapatkannya berbeda dengan skema pinjaman modal dari perbankan, baik dari sisi bunga maupun keberlangsungan usaha.

Selain itu, Nur Kholis mengaku mendapat pendampingan dan pelatihan untuk pemasaran secara online. Menurut dia, pembinaan ini sangat membantu, terutama dalam hal pembuatan website.

Pemasaran secara online menurutnya berpotensi dapat meningkatkan omset, karena akses internet dan smartphone saat ini sudah menjadi keseharian masyarakat.

“Walaupun produk yang kami jual batik tradisional, pemasaran kami sudah modern,” ungkapnya. (mrk/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler