Pupuk Indonesia Dukung Target Pengurangan Emisi Karbon

Kamis, 17 November 2022 – 16:58 WIB
PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen mendukung target penurunan emisi karbon dan net zero emission (NZE) pemerintah yang ditargetkan tercapai pada 2060. Foto: dok Pupuk Indonesia

jpnn.com, JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen mendukung target penurunan emisi karbon dan net zero emission (NZE) pemerintah yang ditargetkan tercapai pada 2060 mendatang.

Pasalnya, perusahaan pelat merah itu memiliki tim dekarbonisasi yang menyusun peta jalan dekarbonisasi PI Grup dan terus menjalankan inisiatif strategis seperti efisiensi proses dan revitalisasi pabrik eksisting.

BACA JUGA: Mulai Ekspansi, Pupuk Indonesia Buka Kantor Perwakilan di Dubai, Keren

Hal itu disampaikan Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Nugroho Christijanto dalam talkshow “State-Owned Enterprise’s Contributions towards Net Zero Emission 2060: Opportunities and Challenges” pada acara Konferensi Perubahan Iklim PBB 2022 (COP-27 UNFCCC) di Sharm el-Sheikh, Mesir, Jumat (11/11).

Menurut dia, Pupuk Indonesia akan melakukan pengembangan blue ammonia dan green ammonia sebagai energi carrier untuk hydrogen. 

BACA JUGA: Rekind dan Pupuk Indonesia Bagikan Ratusan Paket Sembako di Kalibata

Berdasarkan dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC), Pemerintah Indonesia menaikkan target pengurangan emisi menjadi 31,89 persen di 2030 secara swadaya dan 43,20 persen dengan dukungan internasional.

“Kami debagai salah satu BUMN mendukung target pemerintah untuk mencapai target penurunan emisi yang tertuang dalam NDC dan net zero emission 2060,” kata Nugroho.

BACA JUGA: Pupuk Indonesia Kembali Dukung Kejurnas Angkat Besi di Sentul

Dia menambahkan amonia selama ini menjadi sumber utama untuk Nitrogen dan sangat diperlukan oleh tanaman. 

Amonia, ungkap dia, dikenal saat ini, yang disebut dengan grey ammonia, membantu pencapaian zero hunger 2030 dalam Sustainable Development Goals. 

Namun, proses produksi grey ammonia menimbulkan emisi yang berasal dari bahan baku energi fosil dan proses pembakaran energi fosil untuk menghasilkan panas dengan temperatur tinggi. 

Dekarbonisasi untuk industri pupuk secara teknis memungkinkan, tetapi membutuhkan terobosan dari sisi teknologi, perubahan preferensi pelanggan dan tentunya terobosan regulasi.

Dia memproyeksikan kebutuhan blue dan green ammonia akan mulai berkembang pada 2030 dan terus meningkat hingga 2060. 

Selain itu, dia mengatakan kebutuhan blue ammonia Pemerintah Jepang sebesar 3 juta ton pada 2030 dan meningkat menjadi 30 ton pada 2050.

Sementara itu, pengembangan green ammonia sangat bergantung pada akses listrik murah tanpa karbon. 

Pemerintah sedang mempercepat pengembangan energi terbarukan dan pangsa energi terbarukan sebagai pasokan energi primer meningkat hingga 63%.

Ini akan bermanfaat bagi industri dan tentunya untuk industri pupuk. 

Untuk mencapai pengurangan emisi industri yang signifikan, Pupuk Indonesia Group telah berkomitmen dan menjalankan berbagai inisiatif sejak dekade terakhir.

“Kami membangun pabrik Pupuk Kaltim-5 di Bontang, Pusri-IIB di Palembang, dan Amurea II di Gresik dengan teknologi terbaru untuk mengelola efisiensi energi dan mengarahkan kami untuk memenuhi target NDC," imbuh Nugroho. 

Pengembangan blue ammonia sendiri sangat bergantung pada carbon capture and storage (CCS) atau carbon capture utilization and storage (CCUS). 

IEA menyatakan bahwa penerapan CCS dapat menurunkan emisi dari produksi amonia sebesar 65% hingga 70%. 

Dengan jumlah yang besar ini, dapat dikatakan bahwa CCS diperlukan untuk pengembangan blue ammonia. 

PI mempelajari ketersediaan lokasi penyimpanan karbon di Indonesia dan menempatkan proyek blue ammonia yang akan dikembangkan di dekat lokasi tersebut.

Selain inisiasi diatas, Pupuk Indonesia juga mengembangkan kawasan berbasis energi bersih, KEK Arun dan Kluster Industri Hijau IMIA, merupakan dua proyek PI di Aceh. 

Pengembangan KEK Arun telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2017 dan akan dikembangkan oleh konsorsium Pupuk Indonesia, Pertamina, Pelindo, dan Badan Usaha Milik Daerah Aceh. 

Pupuk Indonesia akan memimpin pengembangan KEK Arun.

Bersama PLN, Pupuk Indonesia juga akan mengembangkan zona kimia bernama Green Industry Cluster IMIA seluas 130 ha dan akan membangun pabrik baru blue dan green ammonia di zona ini. (Jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pupuk Indonesia Dukung Kepemimpinan Perempuan di BUMN


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler