Pupuk Indonesia Sosialisasikan Dosis Pemupukan Presisi

Sabtu, 10 April 2021 – 18:40 WIB
Pupuk Indonesia bersama anggota holdingnya, Pupuk Sriwidjaja Palembang dan Petrokimia Gresik, menggelar kegiatan tanam perdana komoditas padi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (9/4). Foto dok Pupuk Indonesia

jpnn.com, SRAGEN - Pupuk Indonesia bersama anggota holdingnya, Pupuk Sriwidjaja Palembang dan Petrokimia Gresik, menggelar kegiatan tanam perdana komoditas padi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (9/4).

Gusrizal menyatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan serta sarana edukasi kepada petani dalam menerapkan pemupukan presisi.

BACA JUGA: Pupuk Indonesia Bersinergi dengan Perpadi dan Paskomnas untuk Program Agro Solution

Adapun pupuk yang digunakan yaitu pupuk organik Petroganik, Urea, NPK Phonska 15-10-12, dan pupuk organik cair Phonska OCA.

Phonska OCA merupakan pupuk yang memiliki kandungan unsur hara majemuk NPK dan pupuk organik dalam bentuk cair dengan kandungan C-Organik minimal 6 persen.

BACA JUGA: Pantau Kesiapan Pupuk Subsidi, Wamentan Harvick: Apa yang Disampaikan Direksi Sesuai

Serta diperkaya dengan unsur mikro serta mikroba fungsional yang bermanfaat untuk tanah dan tanaman.

“Pada kesempatan ini, kami juga memperkenalkan dua varian pupuk subsidi terbaru, yaitu pupuk organik cair dengan nama Phonska Oca dan NPK Phonska formula 15-10-12,” ujar Gusrizal.

BACA JUGA: Pengin Punya Anak dari Dimas Beck, Nikita Mirzani: Enggak Nikah juga Gak apa-apa

Pada 2021 ini, sesuai dengan kebijakan pemerintah, terdapat perubahan formula pupuk NPK Phonska bersubsidi, dari awalnya 15-15-15 menjadi 15-10-12.

“Perubahan ini dijalankan pemerintah dengan prinsip efisiensi, namun tetap mengedepankan kualitas untuk hasil panen yang optimal,” jelas Gusrizal.

Adapun rekomendasi pemupukan presisi, lanjut Gusrizal, dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan Pupuk Indonesia untuk Kecamatan Sidoharjo adalah pupuk Urea 200kg, NPK Phonska 275kg, pupuk organik Petroganik 500kg, dan pupuk organik cair Phonska OCA sebanyak 5 liter untuk setiap satu hektar lahan sawah.

“Perpaduan pupuk organik dan anorganik ini adalah demi keberlanjutan pertanian, agar lahan sawah tetap optimal dan memiliki produktivitas tinggi secara jangka panjang,” kata Gusrizal.

Gusrizal juga menambahkan bahwa pihaknya sangat berterimakasih kepada petani, pemerintah Kabupaten Sragen, dan menyatakan siap mendukung dan memajukan sektor pertanian, khususnya di Kabupaten Sragen.

“Diharapkan sinergi ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan ketahanan pangan nasional,” seru Gusrizal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen, Eka Rini Mumpuni Tri Lestari yakin dengan pengawalan dari Pupuk Indonesia.

Karena berdasarkan uji coba di berbagai daerah hasilnya sudah terbukti.

“Kami yakin dengan kerja sama yang dibangun bersama Pupuk Indonesia, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih, penentuan pupuk, manajemen pemupukan. Hasil panen kita ini dapat meningkat secara signifikan. Apalagi uji lokasi di berbagai daerah sudah terbukti hasilnya. Tentu saja hal ini dapat menambah motivasi petani di Kabupaten Sragen” jelasnya.

Selain itu, Eka juga mengajak para petani di Sragen berdisiplin dalam bertani agar produktivitas meningkat.

“Untuk meningkatkan produktivitas dan hasil panen, para petani harus mau dan disiplin menerapkan sistem budidaya sesuai anjuran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Pupuk Indonesia,” seru Eka.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Deddy Corbuzier Rela Cium Kiky Saputri Demi Masuk Daftar Pria Tampan Indonesia


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler