Pupuk Sriwidjaja Palembang Siap Operasikan Pabrik NPK Fusion II

Kamis, 27 Februari 2020 – 16:27 WIB
PT Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) Palembang menandatangani Plant Acceptance Pabrik NPK Fusion II dengan PT Wijaya Karya, Kamis (27/2). Foto dok humas PUSRI

jpnn.com, JAKARTA - PT Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia menandatangani Plant Acceptance Pabrik NPK Fusion II dengan PT Wijaya Karya, Kamis (27/2).

Pabrik NPK Fusion II merupakan salah satu proyek strategis perusahaan yang mulai dibangun sejak Januari 2018 dengan kapasitas produksi sebesar 2 x 100.000 MTPY dan dibangun oleh kontraktor EPC Nasional PT Wika, di atas lahan seluas 4,38 ha di komplek Pusri Palembang dengan menggunakan teknologi Steam Fused Granulation.

BACA JUGA: Pusri Bangun Pabrik Pupuk Baru

Penandatanganan dilakukan oleh Khairul Anwar selaku Project Manager PT Pusri Palembang, dan Tamhid selaku Project Manager PT Wijaya Karya yang merupakan kontraktor pelaksana proyek dan disaksikan oleh direksi masing-masing perusahaan.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Pusri, Mulyono Prawiro mengatakanPabrik NPK Fusion II ini dibangun sebagai upaya diversifikasi usaha produk pupuk majemuk yang mengandung unsur Nitrogen, Fosfor, dan Kalium.

BACA JUGA: Amankan Distribusi Pupuk, Pusri Gandeng Pelindo IV

“Bagi Pusri ini jadi salah satu tonggak penting karena kedepannya kami tidak hanya fokus urea saja melainkan mulai merambah ke pupuk majemuk atau yang lazim dikenal dengan NPK,” tutur Mulyono.

“Terima kasih atas kepercayaan Pusri kepada Wika dan kesempatan yang diberikan sehingga Wika dapat turut berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional," imbuh kontraktor pelaksana proyek Direktur Operasi II Bambang Pramujo.

BACA JUGA: Sebanyak 12 Putra-Putri Papua Ikuti Program Perekrutan Pupuk Indonesia

Pusri Palembang memproduksi dan menyalurkan pupuk untuk memenuhi kebutuhan petani di sejumlah Provinsi.

Khusus untuk Pupuk Urea PSO disalurkan ke wilayah Babel, Bengkulu, Sumsel, Lampung, Jateng, DI Yogyakarta, Kalbar, Kalsel, dan Kalteng.

Sedangkan untuk NPK disalurkan ke Wilayah Sumsel dan beberapa wilayah di Jambi.

Diharapkan dengan beroperasinya Pabrik NPK Fusion II ini dapat meningkatkan market share mengingat semakin tingginya tren permintaan pasar dalam negeri dan ekspor.

Pembangunan Pabrik NPK Fusion II ini juga sejalan dengan program kerja Pupuk Indonesia untuk lebih fokus pada lini produk pupuk majemuk yang telah terbukti memiliki produktivitas lebih dibanding pupuk tunggal.

Selain itu juga untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku gas.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler