Pusing..Kalbar Jadi Tujuan Nelayan Asing dan Pencari Suaka

Jumat, 24 Juni 2016 – 22:31 WIB
Ilustrasi. Foto: dok.JPNN

PONTIANAK – Rudenim Pontianak memulangkan 22 warga Vietnam ke negara asalnya. Memakai baju kuning, 22 warga Vietnam itu dibawa dengan mobil detensi ke Bandara Supadio Pontianak. Mereka akan diterbangkan dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Airlines ke Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.

Kepala Rudenim Pontianak Suganda menyatakan, warga Vietnam itu diberangkatkan dari Pontianak ke Jakarta kemudian, dari situ mereka diberangkatkan ke Ho Chi Min dengan pesawat Vietnam Airlines VN 630. Mereka didampingi konsul Vietnam dari kedutaan besar negara itu.

“Selanjutnya, mereka diserahkan kepada pihak kedutaan besar Vietnam. Kami tidak mungkin melepaskan begitu saja,'' ujar Suganda kepada Pontianak Post (Jawa Pos Group).

Sebanyak 22 orang dideportasi karena kasus illegal fishing dan sumbernya dari PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

Menurut dia, pemulangan warga asing itu sudah beberapa kali dilakukan. Pada 14 Maret lalu, sebanyak dua warga asing dipulangkan. Pada 28 April 2016, ada tiga warga asing yang dideportasi, 4 Mei 2016 empat orang, dan 1 Juni 2016 sebanyak 13 orang.

Suganda menjelaskan, pemulangan atau pendeportasian warga asing itu dilakukan setelah proses hukum yang bersangkutan memiliki kekuatan hukum yang tetap. Prosesnya, lanjut dia, sudah selesai.

''Biasanya, jika ada yang masih tersandung proses hukum, mereka tidak ditempatkan di Rudenim, tapi di Lapas hingga proses hukum selesai,'' ucap dia.

Selain warga Vietnam, dalam waktu dekat ini, Rudenim Pontianak, lanjut Suganda, memindahkan 29 warga Afghanistan ke Jakarta. Pada 28 Juni mendatang, Imigrasi Pontianak, kata dia, memindahkan 15 warga Afghanistan.

''Pada 30 Juni, ada lagi 14 orang,'' terang Suganda.

Pemindahan warga Afghanistan itu dilakukan setelah yang bersangkutan mendapatkan status pengungsi.

BACA JUGA: Blusukan, Novanto Buka Musda Golkar Karawang

''Mereka terdiri atas 53 pengungsi dan 129 orang pencari suaka (asylum seeker),'' pungkasnya.

Wilayah Kalimantan Barat menjadi salah satu tempat favorit para nelayan luar negeri untuk melakukan illegal fishing. Pada 1 Maret lalu, Polair Polda Kalimantan Barat menangkap dua kapal Vietnam yang tengah melakukan aktivitas tanpa izin,

Keduanya adalah KM Sinar-533/BV99253TS yang dinakhodai Tran Tien Dat dengan 16 ABK dan KM Sinar-288/BV3240TS yang dinakhodai Ahung Van An dengan 9 ABK. (arf/JPG/c5/diq/flo/jpnn)

BACA JUGA: Daerah Ini Ingin Dwelling Time Selesai Sehari Sepeti Singapura

BACA JUGA: Utang Sering Ditanggih Adiknya, Pria Ini Nekat Gantung Diri

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hendrajoni Terpilih Sebagai Bupati Peduli Anak Indonesia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler