Putra Kadhafi Ditangkap saat Hendak Lari

Jumat, 14 Oktober 2011 – 08:08 WIB

SIRTE - Perburuan pasukan Dewan Transisi Nasional (NTC) atas keluarga mantan penguasa Libya Muammar Kadhafi membuahkan hasilSetelah berhasil menewaskan anak bungsu atau putra ketujuh Kadhafi, Khamis Kadhafi, pada akhir Agustus lalu, pasukan pemerintahan baru Libya itu berhasil memangkap Mutassim-Billah al-Kadhafi, 34.
 
Putra kelima Kadhafi tersebut tertangkap ketika hendak meninggalkan Kota Sirte, yang kini dikuasai pasukan NTC pada Rabu lalu (12/10) waktu setempat

BACA JUGA: Penembakan di Salon, 8 Tewas Seketika

Ketika itu, pria yang juga menjabat sebagai Penasihat Keamanan Nasional Libya ini dilaporkan berada di mobil bersama keluarganya dan hendak meninggalkan Sirte.
 
"Dia (Mutassim) ditangkap di Sirte hari ini (Rabu lalu, Red)," kata pejabat NTC Kolonel Abdullah Naker dalam wawancara dengan Reuters Rabu malam

 
Seorang pejabat lain NTC mengatakan bahwa Mutassim telah dipindahkan ke Kota Benghazi

BACA JUGA: Hamas-Israel Sepakati Pertukaran Tahanan

Saat ini, Mutassim sedang menjalani interogasi dan ditahan di Kamp Militer Boatneh
Dia dilaporkan berada dalam kondisi sehat.
 
Kabar penangkapan itu langsung direspons

BACA JUGA: Kairo Mencekam, Wakil PM Mundur

Ratusan pejuang NTC menggelar perayaan di jalanan ibu kota dan kota-kota besar lain di Libya sambil melepaskan tembakan ke udaraBagi NTC, tertangkapnya putra Kadhafi tersebut merupakan prestasiSebab, ini merupakan penangkapan pertama atas keluarga Kadhafi
Sebelumnya, putra pertama Kadhafi, Muhammad al-Kadhafi, berhasil kabur sehari setelah tertangkap di Tripoli pada 21 Agustus laluMenurut salah seorang pejabat militer NTC, penampilan Mutassim saat tertangkap banyak berubahDia memangkas rambut panjangnya yang biasa dibiarkan tergerai

Berbeda dengan kakaknya atau putra kedua Kadhafi, Saif al-Islam, yang moderat, Mutassim yang sempat lari ke Mesir karena berselisih dengan Kadhafi tersebut sangat konservatifDia bahkan orang pertama yang menentang gagasan Saif soal reformasi Libya.
 
Bersamaan dengan selebrasi atas kabar penangkapan Mutassim, Jubir NTC Jalal el-Gallal justru tidak tahu soal berita itu"Kami sudah menghubungi beberapa komandan yang bertugas di Sirte dan tidak satu pun di antara mereka yang mengonfirmasikan berita tersebut," kata jubir NTC di Kota Benghazi itu kemarin
 
Tetapi, Gallal membenarkan bahwa pasukan NTC telah berhasil mengambil alih Sirte dari tangan loyalis KadhafiDi kota itulah, Kadhafi dan orang-orang dekatnya selama ini bersembunyi selama sekitar dua bulan terakhirRabu lalu, pasukan NTC menangkap beberapa loyalis KadhafiTapi, menurut dia, yang tertangkap adalah serdadu
 
Loyalis Kadhafi juga menepis kabar soal penangkapan Mutassim"Tak benar bahwa Mutassim tertangkap," ujar Wesam Bin Hamid, komandan Brigade Jihad Pembebasan Libya, salah satu unit militer Kadhafi di kota kelahirannya di Sirte"Tetapi, beberapa tawanan yang kami tangkap mengaku bahwa mereka melihat Kadhafi di Sirte," lanjut dia.
 
Kendati begitu, penasihat puncak penguasa baru Libya Abdelkarim Bizama memastikan bahwa saat ini Mutassim memang telah ditahan"Dia ditangkap di Sirte dan telah dipindahkan ke Benghazi," tutur Bizama kepada Agence France-Presse di Tripoli"Kami tidak langsung umumkan penangkapan Mutassim karena khawatir keluarganya atau orang-orangnya berupa membebaskan dia," tambahnya.
 
Sampai saat ini, hanya keberadaan Kadhafi yang masih misteriusMeski sempat dikabarkan mengungsi ke negara tetangga, Aljazair, pemimpin NTC Mustafa Abdul-Jalil yakin bahwa Kadhafi masih ada di LibyaSejak pergi dari Tripoli bersama Saif maupun para kroninya pada Agustus lalu, Kadhafi sulit dilacakTerakhir, dia dikabarkan telah meninggalkan Sirte dan bersembunyi di gurun selatan Libya
 
Empat anak Kadhafi yang lainnya telah mengungsi ke negara tetanggaAgustus lalu, Aisha (anak kelima dan satu-satunya putri kandung Kadhafi) bersama Hannibal (putra keempat) dan Muhammad lari ke AljazairMereka sengaja mengungsi ke negara itu bersama sang ibu, Safia Farkash, serta anak-anak dan keponakan mereka
 
Anak Kadhafi yang lain, Saadi (putra ketiga), mengungsi ke NigerSedangkan dua putranya yang lain, Khamis dan Saif al-Arab, dikabarkan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan NATOSejauh ini kabar kematian Saif al-Arab belum bisa dikonfirmasikan(AP/AFP/RTR/hep/dwi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dua WNA Afganistan Kabur


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler