PWNU DKI Dukung Pemprov Memastikan Jakarta Tetap Sejuk di Tahun Politik

Kamis, 25 Mei 2023 – 06:32 WIB
Ketua panitia halalbihalal PWNU DKI dengan Pemprov & DPRD, Dr Syarif. Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta merajut silaturahmi dengan Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta demi meredam ketegangan menjelang Pemilu 2024.

Acara halalbihalal bertajuk ‘Jakarta Sejuk, Merawat Kebhinekaan dan Memperkuat RI’ ini digelar di Ruang Balai Agung, Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (24/5).

BACA JUGA: PWNU DKI Soroti Pengelolaan Masjid Jakarta Islamic Center yang Terbakar

Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta KH Muhyidin Ishaq dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua Panitia Halalbihalal Dr Syarif mengatakan Indonesia sudah memasuki tahun politik.

Tidak lama lagi, kata dia, pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden akan dibuka.

BACA JUGA: Sandiaga Uno Panen Lele Bersama PWNU DKI, Omzetnya Capai Sebegini

“Dinamika politik di Jakarta ke depan akan sangat menyita perhatian publik, karena Jakarta boleh disebut sebagai episentrum politik,” kata Syarif.

Menurut dia, dalam dinamika ini tentu akan ada ketegangan dan berpotensi ekses atau peristiwa yang melampaui batas.

BACA JUGA: Gus Salam Kritik Erick Thohir, Syuriah PWNU Jatim Bilang Begini

Namun, potensi itu bisa diredam jika para pemangku kepentingan dan masyarakat kompak menjaga kedamaian saat Pemilu 2024 mendatang.

“Sebagai dinamika tentu lumrah, dan kita harus cerdas meletakkan diri dan mengelolanya sesuai peran masing-masing lembaga, pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Seberat apapun masalah yang dihadapi pada tahun politik ini, dia berharap Pemprov DKI Jakarta tetap fokus bekerja secara profesional, menjaga integritas dan menjunjung akuntabilitas.

Hal ini penting ditekankan agar pelayanan publik di Jakarta tetap terjaga prima.

“Hubungan yang baik antara lembaga, Pemprov DKI dan DPRD harus solid dan kompak. Di sinilah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama ingin turut juga berkontribusi bersama lembaga-lembaga yang ada agar Jakarta terjaga kesejukannya serta kondusivitas meningkat,” jelasnya.

“Menjaga kondusifitas warga Jakarta menurut saya ini adalah perintah ajaran agama dan hukumnya wajib,” sambungnya.

Dia juga menyadari, tantangan pembangunan di Indonesia khususnya di Jakarta makin hari dirasa cukup berat. Karena itu, diperlukan kerja keras secara bersama-sama antara Pemerintah dengan elemen masyarakat.

“Satu hal yang penting saya ingin tekankan adalah keteladanan dari Pemprov DKI Jakarta. Saya meyakini sejatinya masyarakat kita sangat mudah diajak kerja sama dan berkolaborasi,” ucapnya.

Namun demikian, dia merasa prihatin pada sikap aparatur yang tidak seirama dengan kebijakan yang sudah digariskan pimpinannya. Hal ini tentunya dapat mengganggu kepercayaan publik.

“Sebagai contoh fenomena pamer kemewahan hidup dan penyimpangan pajak yang notabene uang rakyat. Jika dilihat secara fiqih pajak itu adalah penyimpangan, seperti ini PR kita bersama yang harus segara diatasi,” paparnya.

Di akhir sambutannya, dia mengajak Pemprov dan DPRD untuk menumbuhkan kesadaran bahwa nasib warga Jakarta digantungkan pada peran mereka.

Diharapkan, mereka dapat lebih maksimal dan optimal dalam melayani masyarakat.

“NU sebagai ormas terbesar, dan kalau tidak salah juga ada sekitar 65 persen anggota DPRD DKI juga adalah KBNU (Keluarga Besar NU) merupakan potensi besar untuk menyatukan gerak langkah kita untuk mensejahterakan warga Jakarta dengan terus mendukung program-program Pemprov DKI Jakarta,” ungkapnya.

Sementara itu Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono engucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pengurus NU yang hadir dalam acara halal bi halal tersebut.

Kegiatan seperti ini dinilai penting untuk mempererat tali silaturahmi, serta merupakan bentuk harmonisasi antara Pemprov DKI Jakarta dan PWNU yang diharapkan dapat melahirkan ide dan gagasan baru untuk kebermanfaatan masyarakat.
 
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi untuk kedatangannya di Balai Kota. Semoga kegiatan ini membuka peluang untuk kemajuan dan kebermanfaatan yang lebih besar,” katanya.

Heru juga memuji Nahdlatul Ulama atas peran dan kontribusinya selama ini dalam mengamalkan ajaran Islam, merawat toleransi antarumat beragama, memajukan kota, serta kesejahteraan masyarakat Jakarta.
 
“Dengan semangat kebersamaan, kita dapat berkontribusi pada kemajuan Jakarta yang akan berdampak positif bagi Indonesia. Hal ini selaras dengan cita Provinsi Jakarta, yaitu Sukses Jakarta untuk Indonesia,” jelas Heru. (dil/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler