Rafiq Alami Gizi Buruk, Kondisinya Bikin Mengelus Dada

Kamis, 30 Maret 2017 – 12:47 WIB
PASANG INFUS. Tim medis RSUD Sekadau memasang infus di tangan Muhammad Safiq, bocah enam bulan yang tubuhnya hanya seberat 4 Kg saja, Rabu (29/3). FOTO: ABDU SYUKRI/RAKYAT KALBAR/JPNN

jpnn.com, SEKADAU - Kasus gizi buruk masih marak terjadi di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Salah satu penderita gizi buruk adalah Muhammad Saif.

BACA JUGA: Sedihnya, Ada 135 Balita Gizi Buruk

Bocah yang masih berusia enam bulan itu hanya terbaring lemah di RSUD Sekadau.

Saat ini, berat bocah asal Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir itu hanya empat kilogram.

BACA JUGA: Tolong..Nyawa Bayi Gizi Buruk Ini Terancam

“Dari keterangan dokter, anak saya menderita gizi buruk,” kata Serinah, 29, ibu kandung Safiq kepada Rakyat Kalbar di ruang perawatan anak RSUD Sekadau, Rabu (29/3).

Safiq merupakan anak keempat pasangan Serinah dan Abdul Muin, 33.

BACA JUGA: Menurut Ahok, Banyak Warga Jakarta Kena TBC

Balita malang itu juga hanya memiliki tinggi 58,5 centimeter.

Dia terlihat kurus dan hanya bisa memiringkan badan di bangsal ruang perawatan anak RSUD Sekadau.

Berdasarkan pantauan Rakyat Kalbar, selang infus terpasang di tangan Safiq.

Untuk bernapas, Safiq juga harus dibantu dengan gelembung udara.

“Dia lahir di puskesmas dengan berat normal 2,9 kilo,” terang Serinah.

Serinah mengaku, usai melahirkan, dirinya hanya dua kali membawa Safiq ke posyandu.

Sebulan setelah lahir, berat Safiq bertambah delapan ons.

“Bulan sebelas saya tak ke posyandu karena kena bisul. Bulan Desember baru turun ke posyandu dan berat anak saya naik sedikit,” ucapnya.

Pada Januari 2017 lalu, Safiq kembali tidak dibawa ke posyandu.

Serinah baru membawa Safiq ke posyandu pada 29 Februari.

Sebab, saat itu, berat Safiq tak kunjung bertambah dan mulai sakit-sakitan.

“Waktu itu, bidan ada kasih obat. Namun, tidak bisa kasih makanan pendamping ASI, karena umur anak saya belum cukup. Baru lima bulan,” ujar Serinah.

Orang tua Safiq kemudian membawa anaknya ke RSUD Sekadau, Selasa (28/3).

Tim medis menyarankan Safiq menjalani rawat inap.

Awalnya, orang tua Safiq menolak dengan alasan ketiadaan biaya.

“Waktu itu kami bilang sama dokter, tidak usah dimasukkan ICU. Akhirnya kami dibawa ke ruangan ini,” kata Abdul Muin, ayah Safiq.

Perawat ruang anak RSUD Sekadau Teresia Kristisa mengatakan, saat awal datang, berat Safiq 4,5 kg.

“Tapi tadi pagi kami timbang ada penurunan. Beratnya hanya 4.015 gram,” kata Teresia.

Sementara itu, dokter anak Rani membenarkan Safiq kekuarangan gizi.

“Dari berat badannya, Safiq diduga menderita gizi buruk,” kata dokter cantik tersebut. (Abdu Syukri)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nah Lho, Pak Djarot Ngaku Kecolongan


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler