Rahmat Bastian: Negara Harus Mengusut Tuntas Gerakan Ideologi Sesat

Rabu, 31 Maret 2021 – 05:10 WIB
Ketua Dewan Pembina DPP Peduli Bangsa Nusantara Rahmat Bastian. Foto: dokumen pribadi for jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Peduli Bangsa Nusantara (DPP PBN) mengutuk keras aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3).

Kekerasan terhadap pemeluk agama lain tidak dibenarkan, baik secara etika maupun undang-undang.

BACA JUGA: Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Aksi Teror ke-552 di Indonesia

Ketua Dewan Pembina DPP Peduli Bangsa Nusantara Rahmat Bastian mengatakan, tidak ada satu agama pun yang mengajarkan untuk membenci dan melakukan kekerasan serta teror terhadap umat beragama lain.

"Siapa pun atau kelompok mana pun yang melakukan teror harus mendapatkan hukuman. Negara harus mengusut tuntas gerakan ideologi sesat yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," tegas Rahmat di Jakarta, Selasa (30/3).

BACA JUGA: Akhmad Muqowam Khawatir Teror Bom Memicu Disintegrasi Jika Tak Segera Diatasi

Rahmat meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.

Dia juga yakin Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Polda Sulsel akan segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku lainnya serta membongkar motifnya.

BACA JUGA: Pendaftaran PPPK 2021: Kabar Gembira untuk Tendik Honorer, Alhamdulillah

Dirinya juga mengimbau, agar masyarakat tidak terpancing provokasi berbau SARA. Sebab, lanjut dia, tujuan dari kelompok radikal adalah menciptakan perpecahan bangsa Indonesia.
"Maka itu, kita jangan terpancing. Justru kita harus semakin bersatu dalam keberagaman dan jangan takut dengan teror semacam ini," imbaunya.

Dia juga mengharapkan agar aparat keamanan bisa lebih proaktif mendeteksi lebih dini aktivitas masyarakat yang terindikasi berpotensi sebagai gerakan terorisme.

"Pelaku bom seharusnya bisa terdeteksi sejak saat pembelian dan pengumpulan bahan-bahan peledak berbahaya. Semoga ke depan tidak ada lagi rakyat yang tak berdaya jadi korban," harapnya.

Ketua Umum DPP PBN Ferry Razali Harahap menambahkan, tindakan terorisme merupakan ancaman nyata bagi NKRI.

"Kami mengapresiasi kerja cepat Polri, TNI, dan aparat keamanan yang bisa mengungkap peristiwa ini. Kami juga meminta Polri mengusut tuntas kejadian itu dan kejar terus siapa dalang atau aktor intlektualnya. Karena kelompok ini tidak mungkin kerja sendiri apalagi sudah menyiapkan bom tersebut," kecamnya.

Pihaknya juga mempertanyakan kinerja intelijen Indonesia karena tidak bisa mengantisipasi dari awal.

Ke depannya, PBN meminta aparat kepolisian, intelijen, serta intitusi lainnya agar lebih proaktif serta bisa memutus mata rantai kelompok-kelompok teroris.

Dikatakan, seluruh pengurus DPP PBN mendoakan agar seluruh korban bom bunuh diri yang menderita luka-luka dan kini dirawat di rumah sakit, bisa segera pulih. (esy/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler