Raja Salman Datang, Kesempatan Minta Diskon

Selasa, 28 Februari 2017 – 05:27 WIB
Raja Salman Abdulaziz Al-Saud. Foto: AFP

jpnn.com - jpnn.com - Pemerintah RI akan memanfaatkan kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, terutama di sektor energi.

Salah satu yang dinegosiasikan adalah pembelian minyak dari Saudi Aramco dengan harga lebih murah.

BACA JUGA: Sambut Raja Salman, Ketua DPR Siapkan Yang Terbaik

Kepala Biro Komunikasi Layanan Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Sujatmiko mengungkapkan, pemerintah menginginkan diskon harga jika dibandingkan dengan harga pasar.

’’Kami minta harga spesial. Crude (minyak mentah, Red) sebanyak 110 ribu barel per hari, jenisnya Arabian light crude,’’ ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, kemarin (27/2).

BACA JUGA: Bu Guru Ini Menagih Janji Rp 3,8 M dari Raja Salman

Ada pula rencana impor elpiji dari Saudi Aramco. Pemerintah mengharapkan separo dari total impor elpiji bisa didapat dari perusahaan migas milik Kerajaan Arab Saudi tersebut.

Bukan hanya itu, pemerintah juga bakal melobi Arab Saudi agar Pertamina bisa memasok avtur di Bandara King Abdulaziz, Jeddah.

BACA JUGA: DPR Bakal Dikunjungi Raja Saudi, Habib Aboe Ikut Happy

Hingga kini, tercatat sudah ada enam operator yang menyediakan avtur di bandara tersebut.

Rencananya, Pertamina membentuk perusahaan joint venture dengan korporasi di Arab Saudi untuk menjadi penyedia avtur di Bandara King Abdulaziz.

’’Untuk avtur, kita minta izinnya dipercepat. Kalau izin keluar, Pertamina bisa menindaklanjuti,’’ jelasnya.

Pertamina juga akan membuka peluang kerja sama dengan Arab Saudi untuk dapat ikut menggarap kilang minyak di Indonesia.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Rachmad Hardadi menjelaskan bahwa pihaknya bakal menawarkan investasi di fasilitas pengolahan minyak (kilang) Bontang, Kalimantan Timur.

’’Ini seperti pemaparan proyek. Kami melakukan semacam project expose untuk cari partner. Kesempatan ini kami buka seluas-luasnya,’’ katanya.

Sebelumnya, pada 22 Februari lalu, Pertamina mencari mitra strategis dan calon investor untuk bersama-sama mengembangkan proyek grass root refinery (GRR) Bontang.

Kerja sama tersebut terkait pembangunan dan pengoperasian kilang minyak baru di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), selambatnya pada 2023. GRR Bontang yang membutuhkan total investasi USD 12 miliar–USD 15 miliar ditargetkan mampu mengolah 300 ribu barel per hari minyak mentah.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong berharap kunjungan kenegaraan itu dapat makin meningkatkan investasi Saudi Arabia di Indonesia.

Sejauh ini, kata Thomas, mereka berminat memberikan investasi di sektor pariwisata.

’’Terutama di wilayah Sumatera. Kami bakal mendukung rencana investasi Saudi Arabia ke Indonesia,’’ ungkapnya.

Thomas juga berharap kedatangan Raja Salman bisa meningkatkan investasi Saudi Arabia yang nilainya menurun tahun lalu.

Berdasar data BKPM, realisasi investasi Saudi Arabia di Indonesia terus meningkat sejak 2013 hingga 2015. Pada 2013, realisasi investasi negara itu mencapai USD 0,4 juta.

Jumlah tersebut meningkat drastis pada 2015. Saat itu nilai investasinya mencapai USD 30,4 juta.

’’Namun, pada 2016, angkanya merosot menjadi USD 0,9 juta,’’ terangnya.

Dia menyebutkan, selama ini sektor usaha yang paling diminati para investor Saudi Arabia adalah perdagangan dan reparasi. (dee/ken/c14/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Raja Salman Datang, BKMP Yakin Bisa Gaet Investor Arab


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler